Bayar Kuliah dengan Sampah

Ada hal yang menarik dan patut ditiru kampus lain yang dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB di kampusnya. Melalui Bank Sampah, nantinya pihak kampus mengharuskan mahasiswa membayar biaya kuliah dengan sampah. Bank Sampah UNU NTB dengan jargon “Membayar Kuliah Dengan Sampah” merupakan terobosan pertama yang dilakukan institusi perguruan tinggi di NTB. 


Langkah ini diawali dengan membentuk Bank Sampah UNU NTB. Tujuannya memberikan edukasi kepada mahasiswa dan civitas akademika dalam menjaga lingkungan dengan pengurangan dan pengelolaan sampah sehingga sampah memiliki manfaat dan bernilai ekonomis. Fakultas Teknik UNU NTB mengawali dan merancang ide ini bersama program studi Ekonomi Islam dan jurusan Sistem Informasi UNU NTB.

"Bank Sampah ini ide dan gagasan yang baik dan membawa keberkahan tentu pihak kampus sangat mendukung. Langkah awal ini menang masih jauh dari kata sempurna, sehingga setahap demi setahap akan diperbaiki dan disempurnakan kedepan," ujar Rektor UNU NTB, Muliana, M. Pd.


Secara serius lanjutnya, kampus telah melakukan Grand Launching Bank Sampah UNU NTB didepan 150 mahasiswa baru dan civitas akademika pada kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru pada  Rabu (29/8) pekan lalu. Bank Sampah UNU NTB didirikan untuk ikut mensukseskan Visi-Misi Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Gubernur DR. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur DR. Hj. Rohmi Djalilah, M.Pd, dalam mewujudkan Program NTB Zero Waste 2023. “Saya dijapri sama Ibu Wagub, mengapresiasi Bank Sampah. UNU keren kata beliau,” terang Baiq Muliana.

Sementara itu , Dekan Fakultas Teknik UNU NTB Gendewa Tunas Rancak mengatakan bahwa  keberadaan Bank Sampah kampus diharapkan dapat membantu meringankan mahasiswa dalam pembiayaan akademik seperti SPP, KKN, Skripsi, dan pembiayaan akademik lainnya. Mahasiswa dapat menabung ke Bank Sampah sehingga akan menghasilkan saldo yang sudah ditentukan untuk meringankan pembiayaan kuliah.


“Kami sudah memiliki tahapan untuk mengembangan bank sampah ini, dengan 3 prodi, ketua program studi Ekonomi Islam Abdul Muttalib untuk pengkajian nilai ekonomisnya dan pengembangan aplikasi dosen Sistem Informasi, Addin Gama Bertaqwa,” jelasnya.

Sistem administrasi dan keuangan Bank Sampah UNU dilakukan secara Online dengan memakai sistem online yang telah dikembangan oleh tim, melalui “https://banksampah.id” dan aplikasi mobile “mySmash”. mySmash merupakan aplikasi mobile yang memberikan informasi mengenai lokasi Bank Sampah yang ada serta pencatatan transaksi sampah yang disetorkan pada Bank Sampah.

"Nasabah Bank Sampah UNU NTB dapat mengetahui saldo sampah yang ditabungnya, yang telah dikonversikan kedalam nilau uang," terang pria yang biasa disapa Dewa.

Aplikasi pencatatan Bank Sampah secara online diharapkan dapat memudahkan nasabah dan pengelola sehingga proses transaksi menjadi mudah dan transparan. Jenis sampah yang disetor pada tabungan juga memiliki jenis dan kriteria sampah. Sehingga mahasiswa dan civitas akademika didorong untuk dapat memilah dan memilih jenis sampah organik dan non organik. Nasabah Bank Sampah terdiri seluruh civitas akademika UNU NTB antara lain dosen, mahasiswa, dan seluruh tenaga kependidikan. Rencana jangka panjang pendirian Bank Sampah UNU NTB dapat menjangkau sasaran yang lebih luas seperti lingkungan sekitar kampus, pondok pesantren, atau sekolah – sekolah yang ingin dikelola sampahnya menjadi lebih bermanfaat.


Pola edukasi Bank Sampah yang telah diimplementasikan di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi sebuah value dan kebiasaan untuk mengurangi volume sampah di lingkungan terdekat. Dalam pengembangan, jurusan Teknik Lingkungan UNU NTB berencana memiliki ruang untuk Laboraturium lingkungan untuk sampah, sehingga ide ini  merupakan kebutuhan prodi Teknik lingkungan untuk memiliki balai konservasi dan lab sampah. Ini dua hal yang tidak bias terpisah sebagai kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan juga.

Salah seorang Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan Mahendra Sastradinataketua mengakui, ide ini cukup bagus, disamping dapat menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah terutama plastik di Kota Mataram juga pilihan untuk pembiayaan kuliah.


"Cara ini cukup efektif untuk mengubah cara berpikir kita tentang membuang sampah pada tempatnya, tentunya mahasiswa harus menjadi generasi pembawa perubahan di masyarakat” jelas Mahasiswa semester 5 yang juga tim pengelola Bank Sampah UNU NTB ini.

Senada dengan Zurhaini,  Mahasiswa teknik lingkungan semester 8 ini jug menyambut baik program UNU NTB. Apalagi persoalan sampah menurutnya, bukan saja di kota seperti di Mataram, namun di desa-desa saat ini persoalan sampah mulai mengganggu. Dengan adanya Bank Samapah di lingkungan kampus, menberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk menerapkannya di lingkungan masing-masing.


Program Bank Sampah UNU NTB mendapat sambutan yang baik  dari civitas akademika dan berbagai stakeholder pemerintah. Bank Sampah ini, diharapkan menjadi inspirasi dan role model bagi seluruh institusi pendidikan dalam bidang pengelolaan sampah dan edukasi bagi civitas akademika agar sampah lebih bermanfaat secara ekonomis.

Kedepan, kerjasama dan sinergi bersama Bank Sampah dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan dibangun untuk bersinergi menjaga dan membersihkan lingkungan di NTB.

Rektor Baiq Muliana, M. Pd.I yang juga pimpinan Ponpes Al Mansyuriah Bonder, Lombok Tengah ini menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini sudah sangat menghawatirkan bagi lingkungan. Sebagai insan akademis, kampus harus menjadi pelopor dan terdepan dalam mengedukasi mahasiswa dan masyarakat kampus.


Menurutnya, Inisiasi dan ide yang baik di UNU NTB cukup banyak. Bukan saja persoalan lingkungan atau sampah namun permasalahan kemanusiaan dan ekonomi juga ada di kampus ini. Sebuah ide atau program yang baik tentu harus di dukung penuh. Apalagi menyangkut keberkahan untuk umat. Komitmen awal berdirinya UNU dari 58 kampus Swasta di NTB, harus dapat memberikan manfaat atau berkah bagi masyarakat pungkasnya. (Edy-TM).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru