Bupati Evaluasi Program Jum'at Bedah Rumah

Bupati Evaluasi Program Jum'at Bedah Rumah

Humaspro Setda KLU, Tanjung - Bertempat di Aula Kantor Bupati (15/3), bupati bersama lingkup organisasi perangkat daerah, Badan Amil Zakat Nasional KLU,  perwakilan perusahaan perbankan dan stakeholders lainnya, menyelenggarakan evaluasi program Pemda KLU yakni Program Jumat Bedah Rumah (Jubah). 

Hadir bersama bupati dalam evaluasi Jubah itu Sekda KLU Drs H Suardi MH, Asisten III Ir Lalu Mustain MM,  pimpinan Bank NTB dan Parakepala OPD serta Baznas KLU.

Bupati Dr H Najmul Akhyar SH MH mengapreasi kinerja Asisten III yang  konsen sekaligus konsisten dengan program jubah, terpanggil untuk bergerak menyurvei masyarakat yang layak mendapat bantuan "Jubah". 

Bupati menambahkan bahwa program bedah rumah diminati, baik oleh donatur yang peduli maupun masyarakat yang mengusulkan rumah yang perlu dibantu.

Bupati bercerita, tentang pentingnya Program Jubah itu, lantaran masih ada masyarakat yang rumahnya bersebelahan dengan kandang ternak, tinggal sendiri dan penghuninya menderita stroke. Hanya karena tidak bisa menyiapkan kelengkapan administrasi kependudukan, tidak mendapat bantuan program rehab rumah layak huni. Ada pula, lanjutnya, satu rumah berukuran 3 x 6 meter, ditempati satu keluarga berjumlah sembilan orang yang mukim bergantian. 

"Bersalah rasanya kita, sebagai orang yang punya wewenang dan kemampuan, apabila membiarkan masyarakat punya rumah tak layak huni dan kehidupannya fakir sengsara," imbuh bupati mengenang penyampaiannya dihadapan kepala OPD beberapa saat silam. 

"Kerjasama dengan Baznas, keikhlasan ASN OPD dan donatur dari  perusahaan/perbankan murni sebagai gerakan sosial. Kendati perlu adanya perbaikan dari partisipasi semangat gotong-royong membangun rumah saat peletakan batu pertama. Selain pengembangan Jubah melalui penunjang layanan seperti pengurusan kartu BPJS, KTP/KK, pengembangan toilet sehingga terintegrasi," ungkap bupati mengevaluasi program jubah yang telah berlangsung hampir setahun itu. 

Pada kesempatan yang sama, Sekda KLU Drs H Suardi MH menjelaskan telah ada sejumlah 57 KK yang dibantu dalam Program Jubah sejak April 2017. Sekda juga berharap adanya papan plang mini, yang dipasang pada rumah program jubah serta perlu SOP dan pembagian tugas yang nyata dalam bentuk landasan surat keputusan. 

"Inilah amaliah sosial kita yang perlu diintegrasikan dengan program lainnya di OPD, sehingga program jubah bisa lebih bagus lagi," imbuh sekda yang turut mengevaluasi program jubah menuju manajemen lebih baik lagi. 

Sementara itu, Kepala Kesbangpoldagri KLU A Muldani SSos MM mengusulkan sumbangan bukan diakhir tahun melainkan diakhir bulan. Sedangkan Sekretaris BPKAD KLU Drs H Saprinnadi, berharap adanya kotak sumbangan pada tempat strategis serta penyusunan portopolio proposal kerjasama sukarela dengan donatur perorangan dan kelembagaan. 

Adapun perwakilan Baznas KLU Arbain SAg mengilas balik pengalaman dari tahun 2017, agar terjadi pemerataan bantuan pada tiap kecamatan, dan menyatakan tahun 2018, Baznas KLU akan membantu 50 rumah untuk program jubah.

Dalam pada itu, Kadis Kesehatan KLU dr H Khaeril Anwar menyampaikan bahwa perlu memperluas donatur sukarela, supaya lebih banyak lagi masyarakat yang bisa dibantu. Dilanjutkannya, melalui peran puskesmas pembantu dan puskesmas kecamatan, Dinas Kesehatan berupaya mengintegrasikan program layanan dengan program jubah. (Cak/humaspro)
Foto: rsd/humaspro

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru