Kelompok Pemuda Penyelamat Kembang Teruna

Kembang teruna merupakan salah satu spesies bunga yang tumbuhan liar dan dapat ditemukan di berbagai hutan. Tumbuhan yang beraroma khas ini, banyak ditemukan di pulau Lombok, seperti di hutan Aik Perapa kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur. Tumbuhan ini pun banyak dimanfaatkan oleh orang sasak sebagai pengharum, baik sebagai pengharum ruangan, pengharum pakaian, bahkan untuk badan. Selain itu, sebagian orang sasak menggunakan kembang teruna ini sebagai campuran untuk minyak obat. Dari segi mistis, sebagian orang sasak memanfaatkannya sebagai “senggeger” yang artinya pelet.


Seiring dengan kebutuhan warga sekitar, terhadap tumbuhan yang beraroma khas ini, yaitu khususnya warga Aik Perapa, sehingga populasi tumbuhan ini mengalami penurunan secara kuantitas. Olehnya itu, populasi tumbuhan ini mendapat perhatian khusus oleh Kelompok Pemuda Sadar Wisata (POKDARWIS) Aik Perapa.


“Kembang teruna ini adalah bunga khas orang sasak yang populasinya mengalami penurunan, karena banyaknya pengambilan yang dilakukan oleh penduduk sekitar. Oleh karena itu, Kami dari POKDARWIS Aik Perapa melakukan kegiatan konservasi yang bertujuan untuk menyelamatkan bunga khas Lombok ini,” ungkap selamet riadi selaku ketua POKDARWIS Aik Perapa.


Upaya pelestarian kembang teruna yang dilakukan oleh POKDARWIS Aik Perapa adalah dengan berbagai cara. Pertama yaitu dengan melakukan sosialisasi tentang populasi kembang teruna yang semakin berkurang. Sosialisasi ini dilakukan di dalam suatu pertemuan dengan pemuda-pemuda desa. Yang kedua adalah POKDARWIS Aik Perapa bekerja sama dengan pemerintah desa untuk melakukan pengaman terhadap kembang teruna. Dalam kerja sama itu mereka pun mengeluarkan peraturan bahwa barang siapa yang melakukan pengerusakan lingkungan termasuk memetik kembang teruna tanpa seizing POKDARWIS Aik Perapa akan dikenakan sangsi.


Selain itu, agar bunga kembang teruna mengalami peningkatan populasi, POKDARWIS Aik Perapa melakukan budidaya atau penanaman kembali. Penanaman kembang teruna dilakukan di lahan hutan yang mengalami kekurangan populasi kembang teruna.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru