Warga Kuripan Utara Tolak Tambang Galian C

Warga Dusun Karang Bucu dan Dusun Pelulan, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan menolak habis-habisan tambang galianC yang beropersi di wilayahnya. Galian C yang baru beroperasi dua hari itu dan sudah menimbulkan kerusakan parah diminta untuk ditutup, karena dinilai merusak lingkungan.

Kepala Dusun Karang Bucu, Safeullah ditemui di Pelulan, Kuripan Utara, Lombok Barat, belum lama ini kepada wartawan menjelaskan, dari awal warga Karang Bucu dan Pelulan dengan tegas menolak penambangan Galian C. Karena dianggap lebih banyak membawa mudarat ketimbang manfaat. Warga khawatir lahan pertanian mereka tercemar dan menjadi tidak produktif.

“Kekesalan warga bertambah, seiring permintaan mereka tidak pernah digubris oleh pihak pengelola tambang. Apalagi sejauh ini warga merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses perizinan, namun aktivitas pertambangan sudah berjalan dua hari.” bebernya.

Sebagai bentuk aksi penolakan, warga dua dusun itu juga sudah berkirim surat ke Provinsi untuk mengkaji ulang perizinan tambang, karena mereka menyebut izin yang ada baru sebatas eksporasi alias uji coba.

“Warga bahkan mengancam, jika aktivitas pertambangan tetap dilanjutkan, akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Mereka tak segan akan melaporkan pihak-pihak yang ikut terlibat, termasuk para pekerja tambang.” tegas Saefullah.

Senada dengan itu, Kepala Dusun Pelulan H. Haerudin menambahkan, warga Pelulan sudah berkomitmen menolak segala bentuk aktivitas penambangan Galian C didaerah mereka. “Intinya kami menentang dan kami tidak menerima ada galian C di wilayah kami,” pungkasnya.

Dikonfirmasi masalah ini, koordinator pekerja tambang Galian C, Geduq S, menegaskan pihaknya tidak mungkin melakukan aktivitas penambangan jika tidak ada izin dari dinas terkait dan desa terkait. Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu NTB sudah menerbitkan izin dengan nomor 503/03/056/IUP/BKPMPT tanggal 11 Oktober 2016. ” Saya heran kenapa yang tidak ada izin malah tetap beroperasi. Sementara kami jelas-jelas sudah ada izin distop.” sesalnya.. (Wardi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru