Tebang Pohon, Sanksi Seekor Sapi


KM. Sukamulia – Bagi siapa saja yang ditemukan menebang pohon sekecil apapun di wilayah mata air dan hutan adat Desa Sambik Elen maka ia akan dikenai sanksi berupa seekor sapi dan jika itu adalah warga setempat maka ia harus dikucilkan dari desa tersebut. Demikianlah cara masayarak Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mempertahankan kelestarian sumber mata air dan wilayah hutan adat yang dimilikinya. Dan hari ini (Senin, ) warga Desa Sambik Elen membuktikan ketegasan awik-awik (aturan) yang telah mereka sepakai sejak awal tahun 2016 ini.

Pada pertengahan Juni lalu, seorang warga Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen ditemukan menebang pohon yang berada di sekiran titik mata air Dusun Lenggorong. Amaq Mar, demikianlah nama pelaku penebangan kayu tersebut. Laki-laki berusia 50-an tahun ini diketahui menebang pohon secara sengaja sebab waktu kejadian ia dilihat beberapa warga setempat. Entah apa alasan laki-laki setengah renta itu sehingga ia dengan sengaja menebang puluhan pohon gamelina dan jenis pohon lainnya yang sengaja ditanam oleh warga di sekitaran titik mata air tersebut pada bulan Desember 2015.

Diketahui menebang kayu, Amaq Mar langsung dilaporkan kepada pemerintah Desa Sambik Elen dan sampailah permasalahan tersebut ke ranah hukum sehingga Kapolsek Kecamatan Bayan juga turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Bebrapa hari kemudian, warga menyidang pelaku. Persidangan dilakukan di Dusun Lenggorong. Setelah melalui beberapa kali pertemuan dan proses yang sempat membuat iklim masyarakat Desa Sambik Elen memanas maka diputuskanlah secara adat bahwa awaik-awik yang telah disepakati oleh masyarakat Desa Sambik Elen terkait dengan masalah penebangan pohon di wilayah mata air dan hutan adat. Artinya, pelaku harus membayar seekorsapi sebagai dan siap untuk dikucilkan selama satu tahun sebagai sanksi atas perbuatannya.

Berat memang si pelaku dan keluarganya untuk menerima hal tersebut, banyak pula warga yang tidak setuju dengan hal itu dan timbul berbagai pendapat dari berbagai kalangan. Namun, pemerintah Desa Sambik Elen tetap menegaskan awik-awik yang telah disepakati bersama sehingga mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas, Amaq Mar dan keluarganya harus membayar seekor sapi yang diperkirakan berharga antara 6 hingg 7 juta dan si pelaku harus dikucilkan dari wilayah Desa Sambik Elen sebagai sanksi atas perbuatannya menebang beberapa pohon yang usianya sekitar 6 bulanan.

Selama kurang lebih satu bulan, permasalahan ini sangat hangat dibicarakan oleh masyarakat Kecamatan Bayan pada umumnya dan KLU pada khususnya. Ahirnya, pada awal minggu ini, dengan berat hati keluarga pelaku harus menyerahkan seekor sapi-nya kepada lembaga yang mengurus masalah kelestarian hutan adat setempat.

Puncaknya, tadi pagi (sekitaran pukul 09.00), warga Desa Sambik Elen beramai-ramai membawa sapi itu ke sekitaran Hutan Adat Sambik Elen yang berada di Dusun Lenggorong, di sana sapi itu disembelih dan dimasak kemudian warga makan bersama dengan hidangan daging sapi tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Sambik Elen, Kapolsek Bayan, Lembaga Adat, tokoh-tokoh dari desa tetangga dan ratusan orang masyarakat Desa Sambik Elen.

Kasian memang si pelaku namun apa boleh dikata, awik-awik harus ditegakkan dan si pelaku-pun harus bersiap-siap diasingkan dari kampung halamannya. Menebang beberapa pohon berusia 6 bulanan, si pelaku harus membayar mahal dan harus pula diasingkan, sungguh kasian dan itu adalah hal yang sangat tegas. Semoga saja peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran oleh warga lainnya supaya kedepannya semua warga kompak menjaga kelestarian sumber mata air dan areal hutan adatnya.

Hanya saja, pada ahir artikel ini penulis memuat sedikit pertanyaan yang dimana pertanyaan ini disampaikan oleh bebrapa orang sumber (waraga setempat) yang tidak berani disebut namanya. Pertanyaannya seperti ini, Adilkah jika Amaq Mar yang menebang beberapa pohon yang usianya masih kecil lalu disanski sekeras ini, sedangkan pelaku illegal loging yang menebang pohon-pohon berukuran sangat besar dibiarkan berdalih begitu saja ?.

_By. Asri The Gila_ () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru