KTNA KLU Studi Banding Ke Kabupaten Nganjuk

Lombok Utara – Keberangkatan 7 orang peserta yang terdiri dari 5 orang pengurus KTNA Kabupaten Lombok Utara dan 2 orang  pendamping, Kamis 19/11 dalam rangka studi banding yang direncanakan selama tiga hari.

Mereka diberangkatkan melalui BKP4K KLU yaitu Ketua, Raden Sucipto, Sekretaris, Jaharudin,S.Sos, Wkl.Ketua, Suhardi, Kirniatun dan Sri Sumiati, anggota. Sementara pendamping yaitu, Kabid Penyuluhan, I Gede Ardite,SP, beserta, Narto,SP.

Dipilihnya Kabupaten Nganjuk-Jawa Timur sebagai tujuan lantaran daerah tersebut memiliki sejumlah perestasi khususnya dibidang pertanian. Selain dikenal sebagai Kota Adipura, Nanjuk juga dikenal dengan Surga Petani Bawang Merah. Tak hanya itu, beberapa pusat penelitian dan teghnologi keterampilan petani yang mampu menciptakan alat perangkap hama serbaguna dan pengolahan limbah ternak serta sampah daun daunan, patut menjadi contoh bagi petani KLU yang masih mengandalkan pola tradisional.

Satu contoh saja pada bawang merah yang dikenal dengan Bauji dan Tajuk, dua varitas ini bak Raja dan Ratu yang merupakan favorit bagi petani setempat. Varitas Bauji mampu dikembangkan dikala musin hujan.

Sementara varitas Tajuk dikembangkan pada musim kemarau. Kedua varitas ini masing-masing memiliki ketangguhan dan mampu peyesuaian dengan kondisi alam. Kesungguhan petani tersebut mampu mengangkat ekonomi mereka, dan pada luasan lahan berkisar 11.300 Ha penanaman bawang merah sudah mampu di ekspor ke seluruh Indonesia Timur.

Demikian halnya dengan menajemen organisasi petani setempat sudah tertata dengan baik disamping peran mereka selalu dilibatkan pada setiap program oleh pemda setempat. Kadis Pertanian, Kabupaten Nganjuk, Ir Selamet Efianto, didampingi stafnya, Ir Agoes Soebagijo, saat diwawancara wartawan media ini mengatakan, kerja sama ini menjadi prasayarat utama kami dalam mensukseskan program petani bawang merah didaerahnya. Betapa pentingnya menjalin kerja sama antara pemerintah dengan petani termasuk stikholder lainnya.

Ia mengakui pula kalau pengurus KTNA, Gapoktan dan Asosiasi sering bertemu dengan mertri perdagangan, menteri pertanian maupun para kepala daerah diluar Kabupaten Ngnjuk dalam rangka membahas soal standar harga maupun kualitas setra kuantitas produksi hasil pertanian, ungkap Selamet Efianto, saat ditemuai ke tujuh peserta KTNA asal KLU, Jum’at 20/11.

Sesaat setelah melakukan koordinasi dengan Kadis Pertanian, peserta melanjutkan kegiatan ke beberapa titik diantaranya bertemu dengan pengurus dan anggota Gapoktan “Luru Luhur” Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Nganjuk-Jatim, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan melihat secara langsung kegiatan kelompok tani yang kebetulan sedang pengolahan sawah meraka.

Ditempat terpisah peserta meninjau lokasi pengolahan limbah daun dan limbah ternak dijadikan sebagai bahan makanan ternak serta obat-obatan dan pupuk non organic yang diproduksi sendiri oleh kelompok tani setempat. Oleh ketua Asosiasi, Bapak Akat menyarankan agar petani tidak kalah orientasi serta petani harus mampu mengendalikan emosi, ungkap Bapak Akat didepan ke tujuh peserta studi banding dan beberapa anak buah Akat yang menyempatkan diri kelokasi pengolahan limbah.- (Ang/primadona) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru