Berkah Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Bima, NTB- Musim kemarau panjang telah berlangsung hampir 8 (delapan) bulan lamanya di Kabupaten Bima dan yang membawa derita berkepanjangan di sejumlah wilayah Bima sekitarnya setidaknya hanya mengharapkan satu berkah turunnya hujan deras. Namun nampaknya, gejala El Nino telah memupus harap akan datangnya hujan. Gara-gara fenomena El Nino, atmosfer langit Indonesia cenderung minim awan hujan.

Tapi tak selamanya keberkahan hujan itu putus. Allah telah membuktikan bahwa kuasanya Maha Besar, beberapa daerah di Kota Bima menerima keberkahan tak ternilai dengan turunnya hujan hampir setengah jam  Rabu, (11/11-15) sekitar Pukul 15 30 wita berintensitas sedang hingga deras, guyuran hujan yang turun di Kota Bima memang belum merata, hujan itu seketika mengikis debu-debu jalan yang sudah sekian bulan tak terkena air hujan.

Salah satu  warga Kota Bima di Rabangodu Utara Sri Mulyani di konfirmasi Wartawan ini, “bercerita bahwa air hujan yang turun sekarang ini bisa memenuhi sedikit debit sumur dan bak mandi yang sebelumnya sudah sempat mengering karena kesulitan air bersih. Berkah itu pun dirasakan nyata oleh para Warga sekitarnya. “tuturnya.

 “Forcaster Stasiun Meterologi (FSM) Sultan Muhammad Salahuddin Kabupaten Bima Supriadin. Sp mengatakan sama Watawan ini diruangan kerjanya, Rabu, (11/11-15) memprediksi bagian Wilaya Indonesia tengah (Wib) memasuki musim kemarau berdasarkan data yang dimiliki BMKG, tanda tanda masuknya musim kemarau sudah terlihat sejak Bulan April yang lalu dengan mulai berkurangnya indensitas hujan yang turun. “katanya.

Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Potensi hujan itu berkaitan dengan cuaca, bukan musim. Jadi hujan di bulan-bulan kemarau memang mungkin saja terjadi, karena hujan itu berkaitan dengan faktor cuaca. Parameter cuaca yang mendukung terjadinya hujan antara lain suhu, tekanan, dan kelembaban. Jika semua parameter pembentuk hujan itu terpenuhi, maka bukan tak mungkin hujan akan turun dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari. Namun tetap saja, musim kemarau tak akan menyebabkan hujan deras berlangsung lama hingga mengguyur basah dan sebabkan banjir. Karena semua kondisi atmosfer, angin, suhu, kelembaban dan tekanan di musim kemarau mengarah pada kecenderungan gersang dan tandus. Membawa udara panas. “tuturnya. (ipultimur) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru