Sebagian Sumber Air Mulai Menghawatirkan

KM.Sanggicu-Dompu 08, November 2015. Sudah mulai memasuki pertengahan bulan November namun hujan belum kunjung turun untuk wilayah pulau Sumbawa. Dompu Misalnya, sampai saat ini kekurangan air serta kekeringan menjadi trending topik masyarakat umum.

Hampir disemua tempat dan perkelompokan ngerumpi masyarakat baik kaum bapak maupun kaum wanita sibuk membicarakan gerah yang sangat menyengat setiap harinya. Bnayk solusi yang ditawarkan untuk mencegah bencana kemrau berkepanjangan, namun tidak ada tindakan yang diambil oleh pemegang kebijakan.

LSM dan NGO sibuk menghimbau dan mengajak masyarakat desa dampingan untuk mencegah dampak kekeringan, sebagian merasa bangga akan keterlibatan, namun sebagian ibarat kambing congek yang buta informasi.

Selayaknya di desa Marada kec. Huu, meski stok kebutuhan air bersih sudah berkecukupan dengan bantuan pengaliran sumber air pengunungan settempat, namun panas yang dihembus angin masih berperingkat pertama mengganggu kenyamanan.

Beda dengan kec, pajo. Sebagian desa masih merasakan betapa susahnya mendapatkan air bersih, dilihat dari sumber mata air dibeberapa tempat, sumber mata air banyak yang kering bahkan menghawatirkan. Warga setempat baru akan merasakan air berkecukupan apabila memiliki ekonomi diatas cukup, sehingga mampu menggali sumur bor itupun masih banyak yang merasa gagal dengan usaha pengeboran, dikarenakan sumber air yang diraih cukup kecil.

Mustamin(46) warga desa Ranggo yang biasa disapa Temo mengeluhkan betapa sulitnya mendapatkan air, sumur yang dimilikinya sejak ia menetap disdesa Ranggo sampai tahun 2014 kemarin belum pernah mengalami kekeringan, namun ditahun 2015 sekarang ini terjadi kejadian yang selama ini dikhawatirkan.

Tidak sampai disana, temo juga mngajak untuk jalan-jalan sejenak diminggu siang untuk menjenguk sumber mata air, hal serupa terlihat seperti mata air yang didapatkan di mata air Mada jampi, sumber air terlihat sedikit keruh dan sangat berkurang.

“Andai saja kita bisa merubahnya, bagaimana?” ujar temo, kalimat setengeh pasrah dari pertanyaan temo, justru membuat saya untuk tertarik menceritakan betapa menghawatirkannya keadaan panas yang sekarang terjadi dibeberapa belahan bumi Nggahi Rawi Pahu.

Banyak warga yang ingin bersama-sama melakukan penghijauan dibeberapa tempat ditempat tinggal mereka, dan tidak sedikit orang mengecewakan ulah petani yang melakukan penebangan liar yang menyebabkan hutan gundul penyebab utama kekringan, Temo berharap agar pemerintah menyorot serius fakta dilapangan, serta memerintahkan agar penjagaan hutan dilakukan secara baik, dan memberikan sanksi bagi pelaku maupun pemimpin yang sengaja bertitah untuk penebangan liar untuk sekarang dan yang akan datang. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru