Sekolah Hijau Dan Asri, EM4 Jadi Pupuk Alami

Obsesi segenap pendidik dan keluarga besar SDN 19 Mataram untuk menjadikan sekolahnya menjadi icon pelestarian lingkungan dengan konsep sekolah yang nyaman, asri, hijau dan sehat cukup beralasan. Disamping sekolah yang halamannya cukup luas dan akan terasa hambar jika sejengkal tanah kosong saja dibiarkan mongering, tanpa ditumbuhi oleh tanaman hias atau tanaman bermanfaat lainnya seperti tanaman obat keluarga ataupun tanaman pelindung lainnya.

SDN 19 Mataram yang berada di kompleks asrama Batalyon 742 Gebang, Mataram, Nusa Tenggara Barat ini yang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba sekolah sehat tingkat propinsi NTB mewakili kota Mataram, nampaknya ingin menjadikan sekolah ini benar-benar hijau, rindang dan lestari. Konsep penghijauan seperti ini sebenarnya sudah lama diterjemahkan oleh segenap keluarga besar pendidikan di lingkungan sekolah ini.

Tak mengherankan di lingkungan sekolah banyak ditanami tanaman hias berbagai jenis yang sudah mulai tumbuh subur dan makin membuat lingkungan sekolah menjadi asri dan rindang, tidak terkecuali kehadiran pohon pelindung mangga yang mengitari sekolah yang dikepalai oleh Ibu Ny. Heny Leonita Anhar.

Di belakang sekolah di lahan kosong yang luasnya tak kurang dari 6 are memanjang ditanami dengan tanaman obat keluarga (toga) yang dikembangkan system poly bag. Di sudut lainnya juga dikembangkan pohon naga yang belum lama ditanam. Dari rencana 4o tiang pohon naga yang disiapkan, baru bisa ditanamn untuk tahap pertama 25 pohon.  “Dulu lahan ini lahan kosong kering dan berdebu jika musim kemarau. Namun saat ini sudah bisa menghijau karena kita manfaatkan untuk menananam tanaman obat keluarga, buah naga maupun tanaman untuk kebutuhan sayur-mayur,” kata Rahim Gunawan, pengelola pertamanan dan kebersihan SDN 19 Mataram.

Terungkap sisi menarik dibalik upaya pertamanan dan penanaman tanaman obat keluarga di sekolah ini. Pertumbuhan tanaman yang cepat dan hijaunya dedaunan rupanya terbantu oleh system pemupukan yang serba alami dan dikombinasikan dengan aplikasi EM4. Setiap kali dilakukan pemupukan baik pada tanaman hias maupun tanaman obat keluarga, pupuk kandang dan bahan pupuk organik lainnya disiapkan terlebih dahulu. Selanjutnya difermentasikan menggunakan EM4. “Karena itu tanaman menjadi lebih cepat dalam pertumbuhannya dan lebih cepat berbunga baik untuk tanaman Toga maupun tanaman hias,” Rahman mengaku puas dengan penggunaan EM4 ini.

Rahman menambahkan, sebelumnya cairan pupuk sejenis EM4 juga pernah diujicobakan. Namun sayangnya tak berpengaruh terlalu signifikan bagi pertumbuhan tanaman. Sebaliknya dengan menggunakan EM4, tanaman menjadi lebih cepat tumbuh, hijau daun makin cepat terlihat dan pertumbuhan bunga menjadi lebih maksimal.

Rahman juga mengaku, karena hasil pemupukan cukup bagus dengan menggunakan EM4 ini, tidaklah heran jika secara rutin pihak sekolah memesan pupuk bokashi aplikasi EM4 padat cair.  “Karena keunggulan EM4 ini dalam mengembangkan pertumbuhan tanaman, untuk selanjutnya  tetap secara rutin kami manfaatkan EM4,” pungkas Rahman. (wardi) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru