Musim Kemarau, Debit Air Lobar Menurun

Musim kemarau yang sedang melanda Lombok Barat, berdampak pada menurunnya debit air yang menjadi sumber air untuk PDAM Giri Menang. Imbasnya, terjadi penurunan pelayanan terhadap pelanggan PDAM Giri Menang.

Hal tersebut diakui Direktur Utama PDAM Giri Menang H Lalu Ahmad Zaini. Menurutnya, penurunan debit air PDAM terjadi 10-15 persen di hampir seluruh wilayah kerja PDAM Giri Menang. Yang terparah, di wilayah Gunungsari dan Batulayar. Debit airnya berkurang hingga 80 persen. ”Pelayanan jelas terganggu dengan berkurangnya debit air ini,” kata Zaini, belum lama ini.

Dari perhitungan yang dilakukan PDAM, dengan berkurangnya debit air sebanyak 10-15 persen berdampak pada pelayanan air bersih untuk 25.000 pelanggan PDAM Giri Menang.

Guna meminimalisir kekurangan air di wilayah Gunungsari dan Batulayar, pihaknya telah menyiapkan sumur bor. Fungsinya, untuk menambah pasokan air di wilayah tersebut. ”Keberadaan sumur bor memang cukup membantu saat musim kering seperti ini,” katanya.

Dijelaskan Zaini, kemampuan kapasitas air PDAM Giri Menang mencapai 1200 liter per detik. Namun, akibat adanya musim kering ini, terjadi penurunan 100 liter per detik, menjadi 1100 liter per detik. ”Yang 100 liter per detik itu, mampu untuk melayani ribuan pelanggan. Sehingga dengan penurunan sebanyak itu, tentu mengganggu layanan air terhadap pelanggan,” akunya.

Sehingga, dengan adanya sumur bor, lanjutnya, dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pasokan air ke masyarakat. ”Sudah ada yang beroperasi di Sandik. Rencananya akan kita tambah lagi di SMK Dasan Griya,” katanya.

Meski demikian terjadi penurunan debit air akibat dampak kekeringan dan terganggunya pelayanan, Zaini mengatakan, tidak ada masyarakat yang tidak memperoleh air sama sekali. ”Beberapa titik terganggu pelayanan, namun masih ada harapan. Tidak sampai masyarakat tidak mendapatkan air,” tambahnya. (wardi)   [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru