Penyu Sisik, Daya Pikat Gili Nanggu

Menikmati Objek Wisata Pantai Gili Nanggu Kecamatan Sekotong belum lengkap rasanya jika tidak melihat penangkaran penyu sisik yang letaknya di dalam area objek wisata ini. Melengkapi keindahan Gili Nanggu, ada sebuah penangkaran Penyu Sisik yang dikelola  oleh PT Istana Cempaka Raya.

Gili Nanggu selain  dikenal memiliki pesona wisata laut, juga mengandung kekayaan fauna laut. Dua di antaranya adalah Penyu Sisik (Eretnochelys imbricata) dan pemeliharan ikan di sepanjang bibir pantai. Seperti diketahui Penyu Sisik merupakan  binatang langka yang dilindungi serta  dilarang untuk ditangkap terkecuali untuk penelitian..

Usaha pemeliharaan dan penangkaran  penyu sisik di wilayah Gili Nanggu  sudah   ada sejak tahun 1997. Dari hasil penangkaran mereka sudah melepas 1.000 ekor Penyu Sisik.  Hingga saat ini jumlah populasi penyu yang ada di penangkaran sebanyak 200 ekor. Di wilayah ini para pengunjung tidak diperbolehkan melakukan penangkapan terhadap dua  fauna laut  ini. Pelepasan Penyu Sisik sendiri biasanaya dilakukan  oleh para tamu saat penyu  berumur satu tahun.

Terhadap Penyu Sisik, pihak pengelola membeli telur  penyu dari para nelayan seharga Rp 500 per butir selebihnya mereka  mencari dan mengambil telur-telur penyu tersebut untuk ditetaskan di sekitar area pantai. Jumlah populasi penyu biasanya akan banyak  ketika musim ombak tinggi yaitu datang sekitar Bulan Desember hingga Januari. Pada saat seperti itu banyak penyu sisik yang lari ke darat .

Penangkaran dan pemeliharaan Penyu Sisik di Gili Nanggu dimaksudkan untuk  menjaga kelestarian populasi langka ini. Sebagaimana yang disamapaikan oleh Manajer Operasional PT Istana Cempaka Raya, Yusup Rahmat  beberapa waktu lalu.  “Penyu Sisik yang kami pelihara ini merupakan satu dari delapan penyu langka di dunia,” ujar Yusup.

Pengembangan penyu sisik ini menurut Yusuf, akan terus dibudidayakan di Gili Nanggu. Meski tak bisa dipungkiri,  ancaman kepunahan terhadap habitat langka ini.  Faktor  penyebabnya adalah maraknya perburuan dan perdagangan yang mengancam keberadaan penyu sisik.

Berkembangnya habitat laut Penyu Sisik di Gili Nanggu   tentu tak lepas dari proses penetasan, pemeliharan dan pemberian makan penyu. Untuk menjaga agar penyu tidak terbengkali dan mati, pihak pengelola menempatkan petugas khusus. Made salah satunya ,lelaki  yang sudah bekerja hampir 5 tahun ini  setiap harinya mengatur, komposisi  pakan dan air di penangkaran.(Wardi) - 05

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru