Si Hijau Penyejuk Kehidupan

KM Sopo Ate : Keanekaragaman isi semesta ini tidaklah bermakna bila masih berserakan. Karena itu, melalui tangan-tangan terampil, kreatif manusialah semuanya akan menjilma sebagai pesona yang bernilai multiguna, baik untuk dinikmati melalui indera jasmani maupun lewat jiwa rohani. Demikian tinggi nilai dan kelengkapan isi semesta ini yang diperuntukkan buat hambaNya. Sungguh sempurna. Namun kesempurnaan itu sekarang tak mampu rupanya untuk bertahan karena sifat keserakahan hambanya.

Kehijauan yang mewarnai keindahan itu kian gersang, miskin rasa, terkikis nilai. Lalu masih adakah waktu dalam ruang yang tersedia guna mengembalikan rasa dan nilai tersebut? Melalui sifat keMahakuasaan dari sang Pencita kami rasa waktu dan ruang itu tak pernah tertutup. Yang jelas, masih adakah kesadaraan warga hamba ini untuk mau mengembalikan kedalam bentuk semula? Walaupun hal itu tidak akan mampu menandingi kesempurnaan bentuk semula.

Berbagai kegiatan telah dilakukan seperti pembibitan, baik yang ditangani oleh pemerintah maupun oleh anggota masyarakat secara swadaya, misaalnya Bapak Mustakim Efendi yang bertempat tinggal di dusun Kebun Randu Desa Bara Bali Kecamatan Batukliang ini menyiapkan berbagai macam bibit seperti: sengon, mahoni, seno keeling, jati putih, bahkan bibit cengkeh pun disiapkan. Bibit pohon yang dianggap sangat bernilai itu suatu saat akan mampu mengangkat tingkat kesejahteraan bagi siapa yang mau berupaya demi masa depan yang lebih cerah.

Selain bibit unggul pohon kayu untuk jangkaa panjang, juga bapak yang telah berkeluarga itu, juga menyiapkan berbagai jenis bibit buah-buahan.

Kegiatan pembibitan yang ditekuni bapak ini telah berlangsung bertahun-tahun. Pak Mustakim Efendi memanfaatkan lahan seluas duapuluhan are yang semula kurang produktif karena posisi lahan yang agak miring seperti lereng sebuah bukit kecil sehingga tidak dapat diairi dengan air irigasi yang ada di bawahnya. Lalu, lahan tersebut disulap menjadi area pembibitan.

Puluhan ribu bibit dari bermacam jenis tersedia di lahannya itu telah banyak dirasakan manfaatnya baik oleh pembeli maupun terhadap diri dan keluarga pak Mustakim Efendi. Dia sangat bersyukur karena si Hijau yang mungil dari tangannya dulu telah menjulang tinggi serta membentuk pesona tersendiri. Hal itu diketahui dari pembeli yang datang lagi untuk menambah jumlah pohon kayu yang akan ditanam di kebunnya. Demikian cerita pemilik bibit tersebut pada saat bertransaksi dengan pembeli saat penulis datang.

Pada saat ini Pak Efendi demikian panggilannya, berharap kepada warga untuk menyadari kalau si Hijau mungil ini sangat bermanfaat dan menguntungkan. Bermanfaat karena dia mampu memberikan konstribusi kenyamanan dalam kehidupan warga sekitar, kesejukan udara, keindahan pun disuguhkan dan yang tak kalah pentingnya adalah nilai ekonominya cukup tinggi karena kayunya dapal dijual dengan harga yang menjanjikan. Yang jelas menurut Pak Efendi, siapa saja yang mau berubah harus berawal dari perjuangan diri sendiri baru kemudian berdoa mengharap ridha Yang Mahakuasa. Ada yang mau menyusul untuk berubah? Si Hijau menunggu di Dusun Kebun Randu, Desa BaraBali Lombok Tengah. (jafar) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru