Gunung Rinjani Memiliki Orang Tua

Hasil peneltian para ahli Vulkalogi dan geografi menegangkan dunia pada tahun 2013 tentang ditemukannya gunung besar melalui jejak vulkanisnya.

Ledakan terdahsyat yang terjadi berasal dari Indonesia tepatnya adalah pulau Lombok. Beberapa peneliti dunia dan beberapa ahli dari Indonesia, menemukan bahwa telah terjadi letusan yang lebih dahsyat daripada letusan gunung Tambora.

Letusan dahsyat yang diperkirakan terjadi pada tahun 1257  pada bulan Mei hingga Oktober adalah bencana yang bertanggung jawab terhadap bencana kelaparan besar yang salah satunya terjadi di Eropa pada tahun 1258. Gunung yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut adalah gunung Samalas.

Selanjutnya (kompas.com,2013) mengungkapkan bahwa “Ditemukannya ribuan kerangka manusia di London yang dipastikan berasal dari tahun 1258 kemungkinan berkaitan erat dengan dampak global dari letusan Gunung Samalas pada tahun 1257,” letusan Samalas ini terdeteksi dari jejak rempah vulkanik yang terdapat di lapisan es kutub utara.

Samalas diperkirakan keberadaannya di kawasan Gunung Rinjani (Lombok).  Gunung Samalas, adalah induk dari Gunung Rinjani yang berketinggian 3726 mdpl.  Gunung Samalas diperkirakan memiliki ketinggian ±4000 mdpl. Kita tidak dapat membayangkan energi-energi yang dilepaskan gunung ini. Gunung Samalas, pasca meletus meninggalkan bekas yaitu kawah besar yang lebih dikenal dengan nama Danau Segara Anak. Di tengahnya juga dapat kita lihat kubah lava baru yang dinamakan dengan gunung Barujari oleh orang Lombok.

Dulunya Samalas dikatakan hanyalah karya sastra belaka, namun bukti kuat yang masih tertulis dalam lontar Jatiwara  menceritakan betapa dahsyatnya letusan yang terjadi selama tujuh hari tujuh malam.

Berikut adalah kutipan dari isi lontar pada babad Lombok tersebut:

274. Gunung Renjani kularat, miwah gunung samalas rakrat, balabur watu gumuruh, tibeng desa Pamatan, yata kanyut bale haling parubuh, kurambangning sagara, wong ngipun halong kang mati.

275. Pitung dina lami nira, gentuh hiku hangebeki pretiwi, hing leneng hadampar, hanerus maring batu Dendeng kang nganyuk, wong ngipun kabeh hing paliya, saweneh munggah hing ngukir.

276. Hing jaringo hasingidan, saminya ngungsi salon darak sangaji, hakupul hana hing riku, weneh ngunsi samuliya, boroh Bandar papunba lawan pasalun, sarowok pili lan ranggiya, sambalun pajang lan sapit.

277. Yek nango lan pelameran, batu banda jejangkah tanah neki, duri hanare menyan batu, saher kalawan balas, batu lawang batu rentang batu cangku, samalih tiba hing tengah, brang bantun gennira ngungsi.

278. Hana ring pundung buwak bakang, tana’ gadang lembak babidas hiki, saweneh hana halarut, hing bumi kembang kekrang, pangadangan lawan puka hatin lungguh, saweneh kalah kang tiba, mara hing langko pajanggih.

279. Warnanen kang munggeng palowan, sami larut lawan ratu hing nguni, hasangidan ya riku, hingLombok goku medah, genep pitung dina punang gentuh, nulih hangumah desa, hing preneha siji-siji.

Terjemahan:

274. Gunung Rinjani Longsor, dan Gunung Samalas runtuh, banjir batu gemuruh, menghancurkan Desa Pamatan, rumah2 rubuh dan hanyut terbawa lumpur, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati.

275. Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng (lenek), diseret oleh batu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebahagian lagi naik ke bukit.

276. Bersembunyi di Jeringo, semua mengungsi sisa kerabat raja, berkumpul mereka di situ, ada yang mengungsi ke Samulia, Borok, Bandar, Pepumba, dan Pasalun, Serowok, Piling, dan Ranggi, Sembalun, Pajang, dan Sapit.

277. Di Nangan dan Palemoran, batu besar dan gelundungan tanah, duri, dan batu menyan, batu apung dan pasir, batu sedimen granit, dan batu cangku, jatuh di tengah daratan, mereka mengungsi ke Brang batun.

278. Ada ke Pundung, Buak, Bakang, Tana’ Bea, Lembuak, Bebidas, sebagian ada mengungsi, ke bumi Kembang, Kekrang, Pengadangan dan Puka hate-hate lungguh, sebagian ada yang sampai, datang ke Langko, Pejanggik.

279. Semua mengungsi dengan ratunya, berlindung mereka di situ, di Lombok tempatnya diam, genap tujuh hari gempa itu, lalu membangun desa, di tempatnya masing-masing. (Babad Lombok)

Dari kutipan di atas dapat kita bayangkan betapa dahsyatnya letusan dari Samalas waktu itu yang meluluh lantahkan Lombok hingga dunia. Kini kita masih dapat menemukan hasil dari letusan gunung Samalas. [] - 05

“Salam dari KM. POKER untuk segenap warga  Kampung”

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru