logoblog

Cari

Perempuan Penunggu Air 30 Liter

Perempuan Penunggu Air 30 Liter

17/11/2019. Ancaman berupa krisis air seolah menjadi agenda rutin tahunan sejumlah wilayah Lombok Timur. Dari BPBD NTB mencatat bahwa kekeringan terdapat

Lingkungan

M. Rizki Maulana
Oleh M. Rizki Maulana
17 November, 2019 10:37:04
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 578 Kali

17/11/2019. Ancaman berupa krisis air seolah menjadi agenda rutin tahunan sejumlah wilayah Lombok Timur. Dari BPBD NTB mencatat bahwa kekeringan terdapat di 7 kecamatan dan 37 desa. Salah satunya adalah desa Mekarsari Kec. Suela mengalami hal itu, terdapat setengah dari jumlah kekadusan tidak memiliki air.

Dari 8 kekadusan hanya 30% yang mendapatkan air bersih. Itupun sangat terbatas, malah bergantian. Sisanya, sebagian besar wilayah mengalami kerisis air bersih. Masyarakat setiap harinya menunggu bantuan distribusi dari pemerintah. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam guna mendapatkan air. Itu, menjadi kebiasaan dalam beberapa bulan ini. Sebab pipa distribusi dari sumber tidak lagi mengalir, karena debit  air mengalami penyusustan bahkan tidak ada.  

Dari kejauhan, pinggir jalan Dusun Kuangpaok Desa Mekarsari, nampak jejeran jrigen dengan kapasitas 30 liter bersama perempuan. Dengan lihai mereka memainkan air pada mulut selang yang dimasukan kedalam jrigen satu persatu. Sisa kemarin, sehabis dibagi melalui bak tandone penampung yang telah disediakan.

Hal ini tidak mengherankan. Karena perempuan “naluri ibu” siap melakukan apapun guna mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga. Terutama dalam hal, memasak, mandi, mencuci, dan bahakan kebersihan lainnya termasuk sanitasi. Ini menandakan bahwa masih adanya budaya patriarkhi yang melekat menempatkan perempuan sebagai mengurus hal-hal tersebut.

Bencana ini, sesungguhnya yang paling merasakan dampaknya adalah perempuan. Dengan beban kerja semakin bertambah tentu tidak menutup kemungkinan mempengaruhi sikologis perempuan. Seperti dikutip melalui Perempuan, Garda Depan Pengelola SDA-Air 2015 lalu, organisasi WaterAid Sekitar 800.000 perempuan meninggal dunia setiap tahunnya karena tidak memiliki akses ke toilet yang bersih. Lebih dari 1 miliar perempuan atau satu dari tiga perempuan di dunia tidak memiliki akses aman terhadap toilet pribadi. Sedangkan sekitar 370 perempuan atau satu dari sepuluh perempuan tidak memiliki akses terhadap air bersih.

 

Baca Juga :


Artinya bahwa air bersih merupakan hak setiap warga negara untuk mendapatkannya terutama bagi perempuan. Oleh karenaya atas situasi bencana kekeringan ini penting keterlibatan semua elmen, pemerintah, masyarakat guna melakukan tindakan-tidakan jangka panjang. Terutama penanaman pohon, perlindungan hutan sebagi pungsi hidrologi, dan ekosistem, juga menjaga mata air. Selain dari distribusi air yang masih sifatnya hanya sementara, jangka pendek.

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan