logoblog

Cari

Bupati Lobar Dorong Teknik Pemadaman TPA Kebon Kongoq

Bupati Lobar Dorong Teknik Pemadaman TPA Kebon Kongoq

Giri Menang – KM. Kepulan asap yang tak kunjung tuntas, membuat Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid memaksa diri, menjelang

Lingkungan

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
17 Oktober, 2019 19:44:51
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 510 Kali

Giri Menang – KM. Kepulan asap yang tak kunjung tuntas, membuat Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid memaksa diri, menjelang Kamis dini hari tadi (17/10/2019) mengunjungi lokasi kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kebon Kongok, Desa Suka Makmur- Gerung, Lobar.

Fauzan didampingi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), H. Fauzan Husniadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Dharmajaya, dan Camat Gerung H. Mulyadi. Mereka Ikut bersama rombongan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat H. Ahmad Zainuri yang sengaja datang walau bukan anggota legislatif Dapil wilayah tersebut.

Kehadiran Fauzan Khalid menjelang dini hari itu, diikuti oleh Kapolres Lombok Barat, Hery Wahyudi untuk memberi semangat kepada anggota Dinas Damkar Lobar dan anggota kepolisian yang berjibaku melakukan pemadaman. Saat di lokasi dan mendapat pemaparan kondisi terkini, bupati meminta, agar teknik pemadaman gunungan sampah bisa dikembangkan, sehingga asap yang tetap mengebul akibat sekam, material berbahan plastik serta gas metan tidak menimbulkan api dan asap lebih meluas.

“Coba kita fikirkan bagaimana caranya agar pemadaman bisa segera selesai. Kalau sampah sudah dipecah-pecah, tentu ini akan mempermudah proses pemadaman, namun belum tentu efektif mematikannya seratus persen,” kata bupati.

Menurut dia, kalau bisa dibantu, mungkin akan efektif jika menggunakan pemadaman lewat udara atau dengan penggunaan foam (busa, red) yang akan menghambat keluarnya udara, sehingga menghambat munculnya percikan api. Hal itu dikatakn bupati saat pertemuan informal dengan Kapolres Lobar, Kepala UPT TPA Kebon Kongok, Kepala Desa Suka Makmur, Camat Gerung dan bahkan hadir juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB, Madany Mukarom.

Menurut Kepala Damkar Lobar, Fauzan Husniadi, soal teknik pemadaman sudah mulai menggunakan alat berat untuk memecah sampah agar langsung disemprotkan ke area sampah.

“Saat ini dengan luasan area kebakaran yang semakin bertambah, kita melakukan zonasi pemadaman dan berbagi tugas dengan teman-teman dari kota (Dinas Damkar Pemkot Mataram, red) dan Polres Lobar,” terang Fauzan Husniadi.

Pihaknya memprediksi, akan melakukan penyiraman dengan foam (busa, red) yang bisa menghambat meluasnya kebakaran. Namun sampai hari ini (Kamis, 17/10/2019), pihaknya belum memulai penggunaan foam, karena harus mematikan titik-titik api yang masih banyak walau kecil.

Saat ini kata Fauzan Husnaidi, komando ada di Dinas Damkar Kota Mataram. Intinya saling bahu membahu untuk menuntaskan zona yang dibagikan.

Kunjungan Fauzan Khalid di TPA yang telah menghidupi sedikitnya 120 warga yang bekerja menjadi pemulung, juga menemukan aktivitas bantuan dari Tagana dan Dinas Sosial Provinsi NTB.

 

Baca Juga :


Salah satu angota Tagana, Mulyadi mengaku, pihaknya telah stand by di lokasi sejak hari Senin dengan pola bergantian sampai 20 orang. Mereka rata-rata bekerja selama 10 sampai 12 jam sehari untuk membantu suplay air yang akan dipakai untuk memadamkan api.

“Kondisi truk milik Dinas Sosial tidak memungkinkan untuk melakukan penyemprotan. Jadi kita hanya menyuplai air setiap saat secara terus menerus,” terang Mulyadi. Dia menyebutkan, pihaknya menggunakan 3 truk milik Dinas Sosial yang terus menerus bertugas mendatangkan bantuan air.

Selain membantu suplay air, juga diperbantukan untuk penyediaan makan bagi semua orang yang bekerja untuk melakukan pemadaman.

Sebagai TPA Regional, Kebon Kongok ini menimbulkan dilema buat Pemkab Lobar. Area tersebut, menurut Bupati Fauzan Khalid menjadi pembuangan sampah dari Kota Mataram dengan volume mencapai 300 ton per hari. Sedangkan Pemkab Lobar hanya menyuplai paling banyak 60 ton sehari.

“Kita paling banyak mengirimkan sampah ke TPA ini 60 ton sehari. Sisanya yang terbuang ke sungai atau tempat lain karena kesadaran masyarakat soal sampah belum tinggi,” terang Fauzan Khalid.

Karena hanya menyuplai kurang dari seperempat total sampah setiap hari, maka Lobar mestinya mendapat kompensasi dari Pemkot Mataram.

“Minimal Rp 15 milyar lah untuk perbaikan infrastruktur di area ini atau menangani dampak lingkungan dan bau yang ditimbulkan oleh TPA Kebon Kongok,” kata Bupati seraya memastikan, akan mengkomunikasikan ulang pola kerja sama soal TPA ini dengan Pemkot Mataram.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan