logoblog

Cari

Jangan Biarkan Ibu Kota Jadi Lautan Sampah!

Jangan Biarkan Ibu Kota Jadi Lautan Sampah!

MATARAM-Solusi pengolahan sampah Ibu Kota, hingga saat ini belum menemui titik temu. Volume sampah yang semakin meningkat, bahkan menyentuh 400 ton perhari,

Lingkungan

Yuyun Erma Kutari
Oleh Yuyun Erma Kutari
22 September, 2019 11:23:40
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 510 Kali

MATARAM-Solusi pengolahan sampah Ibu Kota, hingga saat ini belum menemui titik temu. Volume
sampah yang semakin meningkat, bahkan menyentuh 400 ton perhari, membuat Tempat Pembuangan
Akhir (TPA) Kebon Kongo, Lombok Barat sudah tidak kuat lagi menampung sampah yang ada.
Kabarnya, TPA tersebut hanya mampu bertahan hingga sembilan bulan saja. Sehingga dengan fakta
tersebut, Pemkot Mataram meminta agar Pemprov NTB segera mencarikan lokasi pembangunan TPA
regional baru. “Pemprov harus mengambil sikap cepat untuk membangun TPA baru,” ujar Asisten II Setda Kota
Mataram H Mahmuddin Tura, saat ditemui di kantor Wali Kota Mataram.
Memang ada sejumlah pihak mendesak bahwa pemkot yang bertanggung jawab, untuk membangun
TPA baru. Mengingat, penyumbang sampah terbanyak ke TPA Kebon Kongo sejauh ini, masih didominasi
oleh sampah warga Kota Mataram.

Tetapi mantan Kadis PUPR Kota Mataram ini mengelak, karena pengalihan kewenangan TPA regional,
sudah dilimpahkan ke pemprov, maka pemkot tidak bisa melanggar aturan tersebut.
“Lagi pula nggak hanya kota saja yang banyak sampahnya, daerah lain juga,” ujarnya seperti enggan
ingin disalahkan.

Sebenarnya, solusi pengolahan sampah di Kota Mataram memang ada. Tetapi berakhir gagal. Sebut saja
proyek osamtu atau alat pemusnah sampah yang dibangun pada 2015 lalu, pada masa pemerintahan Plt
Wali Kota Mataram saat itu, Hj Putu Selly Andayani. Proyek tersebut dianggap gagal, karena sampai saat
ini tidak berjalan.

Tura berdalih, alat pemusnah sampah itu tidak dioperasikan, bila dilihat dari sisa proses pembakaran
menghasilkan asap tebal. Tentu saja, hal tersebut membuat kualitas udara tidak sehat.
“Kita bakar sampah, ya sampahnya memang habis tapi polusi udara yang muncul,” jelasnya.

Meski begitu, Pemkot Mataram juga tidak tinggal diam melihat persoalan ini. Dirinya menyebut, pemkot
sedang mempelajari dan mengkaji proyek inseminator, yang belum lama ini, sudah di ekspos terbatas di
hadapan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh oleh investor asal Taiwan. Sebagai solusi jangka panjan
persoalan sampah.

 

Baca Juga :


Insemoinator sendiri merupakan alat pembakar sampah yang dioperasikan dengan menggunakan
teknologi pembakaran pada suhu tertentu. Dengan kapasitas membakar sampah dari 200 ton hingga
400 ton perhari, hingga terbakar habis dan menghasilkan energi listrik sebesar enam megawatt per jam.
“Makanya bentuk kerjasama ini masih kita kaji, apakah investasi dan pemkot siapkan lahan atau kita beli
alatnya, kalau beli butuh anggaran besar karena biayanya miliaran,” tandas Tura.

Terpisah Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito tetap menunggu gerak cepat Pemprov NTB untuk
berkoordinasi dengan pemkot, membahas seperti apa kedepannya untuk pengelolaan TPA regional
Kebon Kongo dan solusi permasalahan sampah Ibu Kota. Bila tidak segera ditangani maka Kota Mataram
bisa menjadi lautan sampah.

“Justru itu, kami harapkan segera diajak bicara untuk mengatasi persoalan itu,” tegasnya. (yun)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan