logoblog

Cari

Pilih Sampah Jadi Rupiah

Pilih Sampah Jadi Rupiah

KM. AbsLotim – Bank Sampah Al-Fadhila sudah berjalan 4 bulan terbentuk tepatnya pada tanggal 19 Agustus 2018, berlokasi di Dasan Bagek

Lingkungan

KM Abs Lotim
Oleh KM Abs Lotim
30 Juni, 2019 19:41:26
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 2431 Kali

KM. AbsLotim – Bank Sampah Al-Fadhila sudah berjalan 4 bulan terbentuk tepatnya pada tanggal 19 Agustus 2018, berlokasi di Dasan Bagek Barat Desa Aikmel Timur Kec. Aikmel. Bank Sampah ini dibentuk atas kesadaran bersama seluruh KPM sebagai wadah pemberdayaan masyarakat miskin dan marjinal. Keberadaan Bank Sampah ditengah-tengah masyarakat mampu menawarkan solusi terhadap 3 permasalahan sosial yaitu sumber daya manusia, pendapatan dan kelestarian lingkungan.

 

PKH sebagai salah satu program perlindungan sosial cluster pertama pada dasarnya adalah bantuan bersyarat yang bertujuan untuk memandirikan masyarakat miskin menuju keluarga sejahtera, bukan sebatas memberikan bantuan akan tetapi juga didukung dengan kegiatan FDS, kegiatan Capacity Building untuk penyadaran kritis KPM. Bank Sampah sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai follow up setelah melakukan diskusi pada sessi ekonomi.

Memilah sampah dimulai dari lingkup rumah tangga, yang selama ini dibuang bebas dan tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. Namun sejak dibentuk Bank Sampah melalui proses sosialisasi pada setiap pertemuan rutin bulanan perlahan pola pikir KPM berubah dan tentu saja prilaku juga berubah. Sampah mulai dihargai sebagai sesuatu yang berharga dan bisa berubah menjadi rupiah, tentu saja menjadi salah satu sumber pendapatan juga, mengingat selama ini KPM susah untuk menabung uang, maka tidak ada salahnya yang ditabung adalah sampah dan mengubahnya menjadi rupiah, terpenting adalah KPM lebih perduli terhadap kelestarian lingkungan sebab sampah sangat berpotensi mendatangkan bencana.

Empat bulan berjalan pengurus Bank Sampah Al-Fadhila juga sudah mulai memiliki kepercayaan diri berorganisasi dan mengikuti kegiatan-kegiatan forum di level Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi, serta sudah mendapatkan beberapa jenis bantuan seperti dacin, buku-buku administrasi serta dana stimulan sebesar Rp. 10.000.000 (secara bertahap). Hal ini bisa berkembang dengan cukup cepat atas kerjasama dan bimbingan FORUM BANK SAMPAH LOMBOK TIMUR, BANK SAMPAH BINTANG SEJAHTERA NTB, BANK SAMPAH BINTANG SERUNI LOTIM, DAN PEMPROV NTB serta Koordinator Kecamatan PKH dengan menjalankan fungsi koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

 

Baca Juga :


Keberadaan Bank Sampah ini juga memberikan edukasi kepada generasi penerus bangsa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan ketika melihat sampah dipungut untuk ditabung oleh ibu mereka, demikian halnya dengan para suami KPM ketika mereka melakukan aktivitas sehari-hari kemudian melihat sampah, maka akan dipungut dibawa pulang untuk ditabung. Sehingga kini pernyataan yang muncul setiap pertemuan rutin KPM adalah "SEKARANG SANGAT JARANG KITA MELIHAT SAMPAH". Setiap pertemuan bulanan KPM membawa sampah untuk ditabung, saat ini setiap penimbangan sampah yang terkumpul mencapai 580 kg sampah.

By: Admin_abslotim



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan