logoblog

Cari

Isu Penambangan Pasir Besi Mencuat Lagi

Isu Penambangan Pasir Besi Mencuat Lagi

KM. Sukamulia – Sejak awal dilatiknya Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi), isu Penambangan

Lingkungan

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
04 Maret, 2019 02:05:23
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 9044 Kali

KM. Sukamulia – Sejak awal dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi), isu Penambangan Pasir Besi di kawasan pantai Kecamatan Pringgabaya hingga Labuhan Haji muncul lagi. Isu tersebut semakin mencuat setelah Wakil Bupati Lombok Timur (H. Rumaksi) menggelar Sosialisasi Penambangan Pasir Besi di Kantor Desa Pohgading pada hari Sabtu, 02 Maret 2019 lalu.

Pasca Konflik Penambangan Pasir Besi yang terjadi sekitar awal tahun 2014 lalu. Masih hangat dalam ingatan kami mengenai Tragedi Ketapang yang terjadi pada tanggal 17 Februari 2014, dimana pada hari itu warga Kecamatan Pringgabaya berbondong-bondong melakukan aksi penolakan Penambangan Pasir Besi dengan merusak Base Cam PT. ANugerah Mitra Geraha (AMG) yang berada di kawasan Pantai Ketapang. Aksi tersebut menyebabkan terjadinya bentrok antar aparat dan warga yang pada ahirnya menyebabkan korban dari kedua belah pihak.

Tragedi 17 Februari 2014 merupakan aksi nyata warga Kecamatan Pringgabaya atas kegiatan penambangan yang dilakukan di kawasan meraka. Meskipun aksi itu menyebabkan belasan warga Kecamatan Pringgabaya harus meringkuk di dalam bui, namun semangat penolakan tetap berkobar sehingga pada tahun 2015 Rencana Penambangan Pasir Besi menjadi sepi. Sepanjang tahun 2016 hingga pertengahan tahun 2018, isu penambangan tersebut seolah hilang dari peredaran.

Juli 2018, isu penambangan itu muncul lagi dan bahkan sempat terjadi tragedi diamuknya beberapa orang warga Tionghoa yang ditemukan melakukan ekplorasi di wilayah Pantai Desa Pohgading Timur. Sejak tragedi itu, isu pasir besi muncul lagi dan keresahan warga terungkit lagi. Isu penambangan tersebut semakin mencuat ketika Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi melakukan sosialisasi Rencana Penambangan Pasir Besi di Kantor Desa Pohgading pada hari Sabtu lalu.

Pasca sosialisasi tersebut, keresahan warga Desa Pohgading dan Desa Pohgading Timur pada khusunya dan masyarakat lingkat tambang di sekitaran wilayah Kecamatan Pringgabaya semakin meningkat. Hal ini tentunya harus segera ditangani dengan segera oleh Pemerintah Daerah. Lebih-lebih Bupati dan Wakil Bupati Lotim memang sejak dulu sudah mengetahui bahwa sebagian besar warga kawasan tambang di sekitar Kecamatan Pringgabaya menolak alias tidak setuju jika penambangan di lakukan.

 

Baca Juga :


Atau mungkin bapak Bupati, H. M. Sukiman Azmy sudah melupakan beberapa tragedi yang menimpa dirinya atas penolakan warga lingkar tambang Kecamatan Pringgabaya. Yaa mungkin beliau sudah lupa, bagaimana beliau nyaris dihakimi warga setelah berpidato mengenai penambangan pasir besi di Kantor Camat Pringgabaya dan teragedi serupa yang beberapa kali menimpa dirinya sebab kegeraman warga lingkar tambang.

Wakil Bupati juga tidak mungkin tidak mengetahui hal penolakan warga lingkar tambang tsb, sebab beliau merupakan bagian dari warga Kecamatan Pringgabaya. Yaaa tapi sudahlah, biarlah pemerintah daerah menentukan mana yang mereka anggap baik dana tau dianggap terbaik atas kasus ini. Hanya saja, warga lingkat tambang khusunya yang ada di wilayah Kecamatan Pringgabaya berharap supaya rencana penambangan ini segegera ditutup agar konflik antara masyarakat dan pemda tidak terjadi lagi.

_By. Asri The Gila_



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan