logoblog

Cari

Buah Bile, Pohon Langka Penghias Hotel

Buah Bile, Pohon Langka Penghias Hotel

  SUDAH lama tidak melihat pohon bile yang berbuah lebat dan besar. Sekarang pohonnya mulai langka, apa lagi yang berbuah besar

Lingkungan

KM HIDAYATUDDARAIN
Oleh KM HIDAYATUDDARAIN
07 Februari, 2019 13:33:28
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 2159 Kali

SUDAH lama tidak melihat pohon bile yang berbuah lebat dan besar. Sekarang pohonnya mulai langka, apa lagi yang berbuah besar seperti ini. Bersyukur bisa melihat lagi pohon ini di Mina Tanjung Hotel, KLU.

Buah yang termasuk dalam rumpun Jeruk ini memiliki nama latin Aegle Marmelos. Di Bali dan Lombok menyebutnya dengan sebutan Bila/Bile. Di India dinamakan Bael. Secara umum dikenal dengan nama Buah Maja atau Buah Majapahit.

Buah (buaq, Sasak) pohon ini sering kita pakai bermain dulu waktu kecil dikebun dan disawah. Kadang kita tendang-tendang seperti bola. Pohonnya sering kita pakai membuat gasing. Kalau musim gasing, kita sering keliling sawah dan kebun untuk mencari pohon bile yang ukurannya pas untuk membuat gasing.

Kita sampai nekad mencuri pohon milik orang yang tumbuh jadi pagar sawah atau kebun orang demi mendapatkan bahan untuk membuat gasing yang bagus. Pohon atau rantingnya bagus jadi bahan membuat gasing karena seratnya bagus dan tidak ada 'hati' seperti pohon yang lain.

Di kampung saya Lombok Timur belum pernah saya lihat atau dengar orang memakan buah bile. Tapi didaerah lain di Lombok, ada yang buahnya bisa dimakan. Oleh anak-anak kampong dipakai membuat ‘helm tentara’ sebagai tameng untuk bermain perang-perangan.    

Bagi orang Dompu, buahnya diolah menjadi obat berbagai jenis penyakit. Orang tua dikampung saya biasnya memilih buah bile yang sudah matang dan tua –isinya dibuang lalu dijadikan tempat menyimpan air minum, makanan dan lain-lain yang ditinggal dikebun-sawah. Buah yang tua dan kering sangat kuat dan bertahan lama seperti plastik.

 

Baca Juga :


Sebelum ada kocor yang terbuat dari besi, orang-orang tua dulu menyimpan air minum pakai buah bila yang sudah matang atau kering tadi. Pohon dan rantingnya yang kering tentu sering dipakai juga membuat pegangan pisau atau parang. Daun mudanya sangat disukai kambing sebagai pakannya.

Sayangkan buah kaya khasiat ini hanya cukup jadi latar selfiria dan penghias halaman hotel. Semoga ada upaya pelestarian, penelitian dan pembudidayaan dari para ilmuan supaya pohon dan buah-buah yang kini mulai langka ini bisa dilihat dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Salut pada pengelola Mina Tanjung Hotel yang secara khusus mendatangkan dan menanam pohon bile ini sebagai penghias halamanan hotelnya. Dengannya orang lahir ide dan kesempatan untuk selfi dengan pohon yang ternyata 'mengundang kembali' nostalgia masa kecil ini.[]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan