logoblog

Cari

KSB Dan Sumbawa Jadi Target Penelusuran Tim Terpadu Pengawasan Peredaran Merkuri Dan Sianida

KSB Dan Sumbawa Jadi Target Penelusuran Tim Terpadu Pengawasan Peredaran Merkuri Dan Sianida

Masih tingginya penggunaan merkuri dan sianida dalam aktifitas pertambangan (Emas) tanpa izin (PETI) di NTB menjadi perhatian serius. Pasalnya penggunaan merkuri

Lingkungan

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
13 Desember, 2018 07:02:09
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 1734 Kali

Masih tingginya penggunaan merkuri dan sianida dalam aktifitas pertambangan (Emas) tanpa izin (PETI) di NTB menjadi perhatian serius. Pasalnya penggunaan merkuri dan sianida dalam jumlah yang tidak terkontrol bukan hanya membahayakan kesehatan namun juga berdampak terhadap pencemaran lingkungan. 

Beberapa wilayah yang masih menggunakan merkuri dan sianida dalam aktifitas pertambangannya adalah kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Dua wilayah ini menjadi target pertama dari tim terpadu satgas pengawasan peredaran Mercury dan Sianida Prov. NTB Tahun 2018. 

Tim terpadu yang beranggotakan OPD terkait dan digawangi Dinas Perdagangan Provinsi NTB ini terjun langsung melakukan pengawasan dan pendataan kisaran peredaran serta pemanfaatan Merkuri dan Sianida baik yang legal melalui distributor resmi maupun yang ilegal. 

Kedatangan Tim Terpadu yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perdagangan Prov. NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si., bersama 20 orang anggota, diterima langsung camat Sumbawa 
Suryawan, S.STP., bersama dinas dan instansi terkait Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (12/12). 

Suryawan menerangkan bahwa di wilayah Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat terdapat beberapa lokasi tambang ilegal (tanpa ijin), Pemerintah Daerah bersama dinas dan instansi terkait telah mengumpulkan para penambang ilegal sekitar 500 orang, bahkan telah diberikan himbauan serta peringatan bahwa akan dilakukan penertiban, namun karena terkendala gempa penertiban tertunda.

"Sekitar seminggu yang lalu telah dilakukan penertiban oleh Tim Gabungan TNI/Polri di wilayah Sekongkang dan Taliwang yang banyak terdapat tong pengolahan kuya(batu emas)dengan menggunakan merkuri, bahkan ada yang membuang limbahnya ke sungai. Semua sudah di tindak Polres Sumbawa Barat,"terangnya.

 

Baca Juga :


Sementara itu, kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB mengatakan, berdasarkan laporan Bupati KSB pada bulan April 2018 yang menjelaskan bahwa dalam kurun waktu satu tahun di KSB beredar 1000 ton bahan merkuri dan sianida."Ini yang menjadi latar belakang terbentuknga tim satgas pengawasan merkuri dan sianida di NTB,"kata Selly.

Selain itu, fokus dari tim terpadu ini adalah untuk melakukan pengawasan dan pendataan peredaraan merkuri dan sianida yang masuk dalam bahan berbahaya (B2) bukan untuk penertiban PETI, sehingga diharapkan agar masyarakat tidak resah. sedangkan yang bertugas melakukan penertiban berasal dari Aparat terkait.

Merkuri digunakan dalam proses penggelondongan, sedangkan Sianida digunakan dalam tahap lanjutan yaitu di Tong. Di Tong adalah proses akhir pengolahan lumpur emas. (Luk/tim media).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan