logoblog

Cari

Tutup Iklan

Setitik Asa di Kertasari

Setitik Asa di Kertasari

Diskominfo - Pemandangan Alam Desa Kertasari saat ini bak gadis cantik yang terus menggoda pengunjung untuk terus berdatangan. Suasana Pantai dengan pasir

Lingkungan

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
04 Juni, 2018 14:48:39
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 4488 Kali

Diskominfo - Pemandangan Alam Desa Kertasari saat ini bak gadis cantik yang terus menggoda pengunjung untuk terus berdatangan. Suasana Pantai dengan pasir putih dan fasilitas umum seperti Berugak tempat bersantai pengunjung seakan tak pernah sepi. Hal ini pula yang perlahan namun pasti menggerakkan ekonomi masyarakat setempat selain Budidaya Rumput Laut yang sudah cukup dikenal masyarakat luas.

Tak dapat dipungkiri lokasi wisata selalu menjadikan sampah sebagai masalah yang tak kunjung usai. Pengelolaan sampah yang tepat tentu saja menjadi impian setiap orang, tak terkecuali warga Desa Kertasari. Sadar bahwa alam akan diwariskan kepada anak cucunya di masa yang akan datang, Andi Irma, seorang aktivis perempuan yang berasal dari Desa ini bersama-sama dengan rekannya, M.Amin, menginisiasi dibentuknya Komunitas Pecinta Alam yang beranggotakan anak-anak usia sekolah yang berdomisili di Karang Ujung Desa Kertasari dalam wadah Yayasan Pelangi Nusa Tiga. Ide awal dibentuknya komunitas ini adalah untuk menciptakan suasana aman bagi anak-anak dalam bermain dan belajar sehingga kreatifitas anak-anak setempat dapat ditingkatkan. Selain sebagai wadah belajar, komunitas ini juga menjadi sarana untuk memberikan bimbingan pendidikan karakter, kearifan lokal, serta pembentukan karakter anak yang memiliki empati terhadap lingkungan sosialnya. Materi diberikan tidak hanya oleh pengurus Yayasan, tapi juga oleh Tokoh-tokoh pemuda yang bergerak dibidang pendidikan.

Mengapa Anak-anak? saat Penulis menanyakan hal ini, dalam keterangannya pada wawancara singkat itu menjelaskan bahwa Usia Sekolah adalah usia yang paling efektif untuk ditularkan kebiasaan-kebiasaan baik seperti membuang sampah pada tempatnya, beretika yang baik  terhadap lingkungan serta memiliki karakter yang kuat tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai putra daerah yang mencintai budaya dan adat istiadat mereka sendiri. Komunitas beranggotakan 30 orang dengan rentang usia 4 - 13 Tahun ini, sangat diapresiasi oleh orang tua masing-masing, karena anak-anak mereka dapat belajar secara gratis.

Kegiatan bersih pantai dijadwalkan setiap hari minggu pagi. Mengisi hari libur dengan bermain sembari mengumpulkan sampah disepanjang pantai tentu menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan diawali dengan Sarapan nasi bungkus yang disumbangkan secara kontinue oleh PT Bumi Pasir Mandiri yang beroperasi di daerah tersebut. Tak hanya logistik, perusahaan ini juga menyediakan Kendaraan operasional untuk mengangkut anak-anak menuju lokasi yang akan dibersihkan. Kegiatan berlangsung kurang lebih 2 - 3 jam saja. Sampah - sampah dikumpulkan ke dalam karung - karung plastik sampah yang didonasikan oleh Whales N Waves Cottages kemudian diangkut dengan kendaraan-kendaraan pengangkut sampah yang telah disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup KSB. Sampah - sampah plastik yang masih dapat diolah kembali dikumpulkan kemudian disulap menjadi Ecobrick. Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang dibuat dengan memasukkan plastik-plastik bekas kedalam botol plastik bekas hingga padat dan mengeras. Selain ecobrick, sampah - sampah plastik itu juga disulap menjadi alat-alat rumah tangga yang unik seperti taplak meja dari bungkus kopi, keranjang belanja dari botol teh gelas, dan lain sebagainya.

 

Baca Juga :


Hasil sampah yang mereka kumpulkan juga dijual ke pengepul sampah. Uang hasil penjualan akan dikumpulkan untuk membiayai operasional kegiatan dan modal awal untuk Bank Sampah. Sembari memungut sampah plastik mereka juga memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian pantai.  Selain pengunjung, warga sekitar pantai juga menjadi sasaran pendampingan untuk merubah pola pikir masyarakat terhadap lingkungan. Kalimat " Bawa Pulang Sampahmu, Jangan Bawa Pulang Pasirnya" telah menjadi semboyan bagi anak-anak Karang Ujung. Hal ini dimotivasi oleh banyaknya pengunjung yang mengambil pasir di pantai untuk kepentingan sendiri. Bila pasir-pasir ini terus dikeruk, maka akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan abrasi pantai.

Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Ingat, sampah bukanlah warisan untuk anak cucu kita. Mari Selamatkan Bumi dengan menjaga kelestariannya dari kerusakan. Kominfo Sumbawa Barat/feryal/tifa.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan