logoblog

Cari

Pembaharuan Terumbu Karang di Gili Kondo

Pembaharuan Terumbu Karang di Gili Kondo

  Terumbu Karang merupakan suatu bangunan ribuan karang yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya. Hal ini dapat diistilakan

Lingkungan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
19 Februari, 2015 11:39:23
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 17179 Kali

Terumbu Karang merupakan suatu bangunan ribuan karang yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya. Hal ini dapat diistilakan pula bahwa terumbu karang merupakan rumah atau tempat tinggal dari ikan-ikan atau biota lainnya untuk berlindung.

Dari pemahaman di atas, dapat terilustrasi bahwa terumbu karang merupakan sebuah kota yang sangat sibuk, yang mana bangunannya terdiri dari karang-karang, dengan ikan-ikan dan makhluk laut sebagai penghuninya. Olehnya itu, keberadaan terumbu karang di bawah laut yang sebagai tempat berlindungnya dari ikan-ikan dan biota lainnya harus dijaga kelestariannya. Sebab dengan melakukan perusakan pada tumbuhan terumbu karang tersebut berarti akan menghilangkan rumah atau tempat tinggal dari hewan-hewan tersebut, bahkan ikan-ikan beserta dengan biota lainnya akan mengalami kepunahan.

Pada daerah perairan laut dangkal, kondisi terumbu karang banyak yang mengalami kerusakan. Kerusajan tersebut dapat disebabkan oleh faktor yang terjadi secara alami, misalnya arus deras yang secara tiba-tiba menghempas pada tumbuhan terumbu karang tersebut, sehngga terjadi kehancuran pada beberapa bagian batangnya. Selain itu, adalah karena ulah tangan-tangan jahil manusia yang memanfaatkan jenis tumbuhan terumbu karang tersebut untuk diangkut ke daratan sebagai bahan pembuatan kapur bangunan. Pada kalangan pengrajin perhiasan, tak ketinggalan pun juga mengambil andil untuk mengambil berbagai jenis terumbu karang dari laut untuk dijadikan sebagai perhiasan rumah tangga atau penghias pada aquarium.

Para nelayan pun juga menjadi sorotan warga penduduk sebagai perusak tumbuhan terumbu karang. Jangkar yang terlepas di daerah perairan dangkal dan mengena sasaran pada terumbu karang, sudah barang tentu dapat mematahkan terumbu-terumbu karang tersebut. Pada musim paceklik atau angin kencan tiba, kebiasaan para nelayan melakukan pengeboman ikan pada kawasan laut dangkal, sehingga terumbu karang pun juga dapat kena imbasnya, yaitu mengalami kerusakan. Di sisi lain adalah, para pemana ikan bila melepaskan ujung panahnya, sudah pasti akan mengena pada terumbu karang tersebut, sehngga terjadi kerusakan juga pada terumbu karang tersebut.

Satu hal lagi yang sering menjadi teguran kepada warga penduduk yang dekat di tepi pantai adalah dilarangnya membuang sampah di laut. Sampah-sampah yang berupa plastik misalnya, jikalau masuk ke dalam laut dan menutupi bagian tubuh dari terumbu karang, barang tentu akan mengaganggu pertumbuhannya, namun jika kita mengamati prilaku sampah pada warga penduduk yang dekat dengan laut, masih kebanyakan memilih untuk membuang sampah rumah tangga di tepi pantai.

Dari beberapa faktor yang diuraikan tersebut di atas, yaitu penyebab terjadinya kerusakan pada terumbu karang, tentu hal ini dapat berpengaruh pada kehidupan manusia itu sendiri. Artinya bahwa dengan ulah manusia yang sering melakukan perusakan lingkungan, seperti perusakan terumbu karang di laut, tentu akan berdampak pada kehidupannya sendiri. Punahnya ikan-ikan yang ada di sekitar daerah periaran dangkal, yang menjadi kawasan untuk selalu menangkap ikan, tentu akan berpengaruh pada tingkat keuntungannya jika melakukan penangkapan ikan di laut secara tidak teratur, yang mana dengan mempergunkan alat penangkap ikan yang dapat merusak terumbu karang.

Jika terejadi hal seperti di atas, maka sebagai masyarakat nelayan atau masyarakat pesisir, semestinya melakukan pembudidayaan trumbukarang, agar ikan-ikan yang hampir mengalami kepunahan akan kembali hidup lagi seperti biasanya.

Terkait dengan hal pembaharuan trumbukarang, pada masyarakat pesisir atau penduduk yang ada di sekitar Gili Kondo, desa Padang Guar, Kecamatan Sembalia, Lombok Timur,  telah melakukan pembudidayaan atau pembaharuan pada trumbukarang. Walaupun trumbukarang di wilayah ini tidak mengalami kepunahan, namun sekitar 5% telah rusak oleh arus deras dan pembuangan jangkar oleh perahu nelayan , di samping itu lokasi ini merupakan lokasi pariwisata, olehnya itu dengan secepatnya masyarakat sekitar melakukan tindakan dengan pembaharuan .

Dalam memperbaharui terumbu karang yang ada di wilayah Gili Kondo ini, Sukarman yang merupakan salah seorang petugas pariwisata yang ada di Gili Kondo menjelaskan tentang pembaharuan atau pembudidayaan trumbukarang yang telah dilakukan oleh masyarakt sekitar Gili Kondo bersama petugas pariwisata setempat. Berikut akan dijelaskan secara mendetail.

 

Baca Juga :


Dalam sistem pembudidayaan terumbu karang, langkah awal yang kita harus lakukan adalah dengan menyediakan semen, cetakan semen, potongan pipa plastik dan potongan batang trumbukarang.

Apabila semua bahan sudah tersedia, seperti yang disebutkan di atas, silahkan anda membuat tempat cetakan semen yang terbuat dari papan kayu atau tripleks.. Tempat cetakan semen ini dapat berbentuk bundar atau berbentuk persegi empat Itu tergantung dari selera kita.

Pada saat anda sudah membuat cetakan semen dengan sesuai selera bentuk anda, terlebih dahulu anda memasukkan potongan pipa plastik tersebut ke dalam cetakan tersebut, dan posisi pipa tersebut dalam posisi berdiri dan berada di bagian pertengahan dari cetakan ini. Setelah itu, anda memasukkan semen yang sudah diaduk dengan air ke dalam cetakan tersebut, atau ke seluruh bagian pinggir dari potongan pipa plastik tadi.

Setelah anda melakukan hal di atas, biarkan semen yang ada di dalam cetakan itu mengering dan memadat atau mengeras. Di saat semen dalam cetakan tadi sudah mengering atau sudah keras, keluarkanlah semen yang sudah mengeras itu dari tempat cetakan. Setelah itu, anda bisa memasang potongan batang trumbukarang pada dasar pohon pipa plastik dan diikat dengan kawat, lalu kemudian anda membawanya atau memasukkan ke dasar laut, yaitu di kawasan pantai.

Selang beberapa hari kemudian, yaitu sekitar satu bulanan, anda akan melihat tempelan terumbukarang pada potongan pipa plastik itu sudah mulai mengalami perubahan atau mulai tumbuh.Dan setelah dari bulan kebulan hingga setahun, terumbu karang yang menempel pada kaleng tersebut menjadi besar dan mekar.

Dari uraian di atas, dapat digarisbawahi bahwa dengan ulah manusia, akan kembali berdampak pada diri atau kehidupannya. Olehnya itu, agar kehidupan manusia, khususnya pada masyarakat pesisir, yang mana jika ingin hidup seimbang dengan pemberian alam, seharusnya tidak melakukan pengrusakan pada lingkungan laut. Laut beserta dengan isinya adalah sumber penghidupsn, sehingga seharusnya banyak berwawasan tentang lingkungan laut yang merupakan sebagai ekosistem lingkungan. Selai itu, selayaknya kita tetap menjaga kelestarian lingkungan karena dengan terjaganya lingkungan laut, tentu berpengaruh pada kehidupan kita sendiri.

Hanya saja ketika terjadi kerusakan lingkungan pada laut, seperti trumbukarang, yang mana trumbukarang tersebut merupakan rumah dari ikan-ikan di laut, jadi setidaknya harus ada pembaharuan dengan melakukan pembudidayaan. [] - 03



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan