logoblog

Cari

Budidaya Rumput Laut dan Kerang Mutiara

Budidaya Rumput Laut dan Kerang Mutiara

a.Latar Belakang Pulau Sumbawa merupakan salah satu wilayah pesisir  dengan 57 pulau kecil dan potensi perikanan sebesar 10.275 km persegi dan yang

Lingkungan

HARDAWIANSYAH
Oleh HARDAWIANSYAH
05 Februari, 2015 09:00:08
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 84700 Kali

a.Latar Belakang

Pulau Sumbawa merupakan salah satu wilayah pesisir  dengan 57 pulau kecil dan potensi perikanan sebesar 10.275 km persegi dan yang baru dimanfaatkan sebesar  2.479 Km2.Desa Pulau Kaung merupakan salah satu pulau kecil di Kabupaten Sumbawa yang memiliki potensi perairan yang cukup melimpah sehingga lokasi tersebut yang cocok untuk pengembangan budidaya.Meskipun lokasi tersebut memiliki potensi kelautan dan perikanan yang melimpah akan tetapi belum ada penerapan teknologi yang tepat untuk memanfaatkan potensi yang adasehingga masyarakat masih lebih memilih untuk melakukan penangkapan ikan sebagai mata pencaharian utama, bahkan dengan cara - cara yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom dan potasium yang mengakibatkan kerusakan ekosistem perairan.

b.Rumusan Masalah

Perilaku sosial dalam mesyarakat yang cenderung melakukan penangkapan ikan dengan cara – cara yang tidak ramah lingkungan disebabkan oleh empat faktor utama, antara lain :

  1. Adanya anggapan masyarakat bahwa ikan dilaut tidak akan habis
  2. Keterbatasan kemampuan dan keterampilan dalam memanfaatkan sumberdaya alam yang sesuai dengan potensi lokal.
  3. Tuntutan ekonomi keluarga

4.Belum ada kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan sumberdaya perairan

Pengembangan konservasimelalui kegiatan budidaya rumput laut dan kerang mutiara berbasis masyarakat pesisir merupakan salah satu strategi pemanfaatan  potensi sumberdaya alam yang sesuai dengan kondisi perairan serta karakter sosial masyarakat Desa Pulau Kaung, karena selain sebagai alternatif mata pencaharian kegiatan tersebut juga mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan konservasi perairan di sekitar areal budidaya.

 

Baca Juga :


  1. Tujuan
  1. Memberikan keterampilan pada masyarakat mengenai teknikbudidayayang mudahdanmurah.
  2. Meningkatkan pendapatan masyarakat
  3. Mengubahpolahidupnelayandarinelayantanggkapmenjadinelayanpembudidaya.
  4. Meningkatkan peran aktif pemuda dalam pembangunan kelautan dan perikanan
  5. Memotivasi nelayan untuk dapat memulai kegiatansosialdankonservasiekosistemperairan

II. Budidaya Rumput Laut

Budidaya rumput laut merupakan salah satu penerapan  teknologi budidaya perikanan yang sesuai dengan lokasi perairn Desa Pulau Kaung serta mampu dilaksanakan dan dikembangkan oleh masyarakat, karena selain teknologinya mudah biaya produksi juga murah. Tali yang digunakan untuk tali utama berdiameter 10 mm sedangkan untuk tali ris berdiameter 4 mm. Proses pruduksi budidaya rumput laut meliputi persiapan lonline, pengikatan bibit, pemeliharaan, pemanenan, serta penanganan pasca panen. Panen kering dilakukan setelah 45 HST, sedangkan panen bibit dilakukan setelah 28 – 30 HST.

  1. Budidaya Kerang Mutiara

Budidaya kerang mutiara dilakukan bersamaan dengan rumput laut. Awalnya tali gantungan poket di pasang pada tali utama rumput laut dengan tujuan untuk mengurangi biaya produksi. Budidaya kerang mutiara di Desa Pulau Kaung meliputi kegiatan penurunan benih, pemeliharaan dan panen. Kerang mutiara dijual pada ukuran + 5 cm dengan lama pemeliharaan 6 bulan. Dengan adanya kerang mutiara maka nelayan memiliki tambahan penghasilan selain dari hasil rumput laut.

  1. Kesimpulan 

Perkembangan kegiatan budidaya rumput laut dan kerang mutiara di Desa Pulau Kaung memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Adapun dampak yang ditimbulakan dengan berkembangya kegiatan budidaya di Desa Pulau Kaung adalah sebagai beikut :

  1. Terjadi peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam memanfaatkan potensi perairan yang sesuai dengan lokasi serta karakter masyarakat Desa Pulau Kaung.
  2. Terjadi perubahan prilaku sosial, karena masyarakat tidak lagi bergantung pada hasil tangkapan sehingga meminimalisir penangkapan dengan bahan – bahan terlarang.
  3. Terjadi peningkatan ekonomi, ditandai dengan banyaknya orang tua yang menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.
  4. Terjadi konservasi ekosistem perairan di sekitar areal budidaya karena dikuatirkan penggunaan bom dan potasium akan merusak komoditas budidaya yang dipelihara oleh masyarakat sendiri. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan