logoblog

Cari

Tambang Pasir Merusak Lingkungan

Tambang Pasir Merusak Lingkungan

KM Sambang Kampung- Setiap hari puluhan truk pengangkut pasir berjejer menunggu antrian di lokasi penambangan pasir yang berlokasi di Kelurahan Ijobalit

Lingkungan

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
28 November, 2014 23:30:29
Lingkungan
Komentar: 1
Dibaca: 28574 Kali

KM Sambang Kampung- Setiap hari puluhan truk pengangkut pasir berjejer menunggu antrian di lokasi penambangan pasir yang berlokasi di Kelurahan Ijobalit dan Desa Korleko. Dua lokasi ini tidak pernah sepi dari aktivitas penambangan pasir untuk berbagai keperluan. Pasir-pasir ini dibawa keberbagai tempat di Pulau Lombok seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat bahkan sampai ke Kota madya Mataram. Bagi pemilik Lokasi penambangan pasir akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, untuk satu lokasi saja bisa mendapatkan sewa Rp 200.000.000 selama sepuluh tahun per-hektar.

Penambangan pasir memang bisnis yang sangat menggiurkan. Keuntungan yang diperolehpun sangat banyak. Setiap truk akan membayar Rp 100.000, dan akan dijual seharga RP 350.000 per truk. Hal inilah yang membuat banyak pertambangan pasir bermunculan di Kelurahan Ijobalit dan Desa Korleko.

Namun dibalik semua itu terjadi kerusakan alam yang sangat luar biasa, lokasi yang dulunya merupakan bukit kini menjadi sebuah lubang besar yang dikeruk tanpa adanya upaya untuk menanam pohon demi mengembalikan keseimbangan alam bahkan jalan menuju lokasi penambanganpun rusak parah. Tidak ada keperdulian dari pengelola tambang pasir untuk memperbaiki jalan yang dilewati oleh truk-truk pengangkut pasir tersebut. Jalan yang rusak sangat mengganggu aktifitas masyarakat terutama petani yang akan menuju ke sawah di dusun Lembak Desa Korleko.

 

Baca Juga :


Sementara kontribusi penambangan pasir untuk pemerintah desa dan masyarakat juga tidak ada, pengelola tambang ini tidak mempunyai dana untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pengelola hanya meminta izin penambangan pasir didesa dengan biaya  Rp 5.000.000 tidak sebanding dengan kerusakan alam yang terjadi. Setelah memperoleh ijin penambangan pasir pengelola tidak memperhatikan kerusakan lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat. Upaya pemerintah untuk menertibkan penambangan pasir ini juga belum ada, pemerintah harus mewajibkan setiap lokasi penambangan  mengembalikan keseimbangan alam dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat penambangan ini. Semoga pemerintah memperhatikan kelestarian lingkungan sehingga tidak merugikan masyarakat, jangan hanya memberikan keuntungan kepada pengelola tambang saja akan tetapi pengelola tambang pasir harus bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi dan semua infrastruktur yang rusak harus di perbaiki kembali demi kepentingan umum.(Uyik) - 05



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    29 November, 2014

    sebetulnya akan lebih efektif kalau masyarakat yang bertindak, caranya bikin awik-awik setiap truk atau dam yang lewat harus bayar di pos penjagaan untuk masyarakat, kedua bikin beberapa pos terutama di ruas jalan yang paling parah, siapkan petugas yang siap naik keatas dam untuk menurunkan material di setiap dam dua atau tiga sekop saja.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan