logoblog

Cari

Tutup Iklan

Peran Masyarakat Dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peran Masyarakat Dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

“Pertumbuhan penduduk yang semakin terus bertambah akan berpengaruh pada ketersediaan sumberdaya alam dan berpengaruh juga pada dampak lingkungan. Semakin banyak penduduk

Lingkungan

ahmad junaidi
Oleh ahmad junaidi
10 Oktober, 2014 10:23:20
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 400844 Kali

“Pertumbuhan penduduk yang semakin terus bertambah akan berpengaruh pada ketersediaan sumberdaya alam dan berpengaruh juga pada dampak lingkungan. Semakin banyak penduduk maka semakin banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi dari sumberdaya alam yang ada, dengan demikian maka pemenuhan kebutuhan dasar tidak hanya mengandalkan hasil pertanian, perikanan dan peternakan, akan tetapi pemenuhan kebutuhan akan mengarah pada eksploitasi sumberdaya laut  tambang dan lain-lain.

Padahal disisi lain eksploitasi terhadap sumberdaya alam dengan tidak mengacu pada analisis dampak lingkungan akan menimbulkan persoalan panjang dan menimbulkan bahaya berupa bencana alam.”

Sebagaimana kita ketahui bahwa  Tatanan kehidupan masyarkat tidak akan lepas dari lingkungan. Semakin bagus pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan maka semakin kecil dampak yang diperoleh bagi masyarakat, akan tetapi bila pengelolaan lingkungan tidak bagus maka dampaknya pun akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Pengelolaan lingkungan tidak bisa dibebankan kepada masyarakat, demikian juga pada pemerintah semata, namun semua pihak termasuk dunia usaha harus berperan dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan tersebut. Bahkan dunia usaha atau bisnis merupakan bagian penting yang memiliki beban dan tanggung jawab apabila dalam usahanya memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan.

Sebagai salah satu sampel “perusahaan air minum” yang lagi banyak bermunculan, disini mereka harus memiliki beban dan tanggung jawab dalam pemulihan lingkungan. Mereka sudah seharusnya berperan dalam menjaga debit air serta keseimbangan lingkungan lainnya. Dalam hal menjaga keseimbangan lingkungan serta pelestarinnya tentu tidak akan lepas dari peran  aktif masyarakat.

Secara umum Kondisi lingkungan dari hari kehari masih memerlukan perbaikan. Salah satu yang dapat kita lihat kondisi hutan  dimana  Hutan merupakan  yang salah  satu sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak. Keberadaan hutan hutan dengan pohon-pohonnya merupakan pemberi asupan oksigen bagi manusia sekaligus penyerap air dan sumber mata air bagi kehidupan, di sisi lain pohon-pohon tersebut juga mengandung nilai komersil sangat besar yang mengundang minat banyak pihak untuk memanfaatkannya demi kepentingan komersil.

Ketika pemanfaatn sumberdaya hutan tidak mengacu pada prinsip-prinsip yang menjadi ketentuan dilanggar maka tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada kerusakan dan bencana ekologis yang ujungnya akan merugikan masyarakat terutama yang berada disekitar hutan.

Dampak dari kerusakan hutan telah banyak kita ketahui dan kita lihat selain mendatangkan banjir longsor pada saat musim penghujan juga mendatangkan kekeringan dimusim kemarau.

Bagi masyarakat  miskin yang ada disekitar hutan sudah barang tentu berfikir bagaimana memanfaatkan hutan sebagai sumber yang menopang kehidupan. Namun disisi lain bila tidak diatur dengan kebijakan yang juga memerankan masyarakat maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik sumberdaya alam yang juga berujung pada kerusakan lingkungan.

Kerusakan Lingkungan khususnya hutan di NTB yang saat ini angka degradasinya sudah mencapai 50.000 ha per tahun padahal luas hutan di NTB hanya sekitar 1,096 juta ha, artinya bahwa jika tidak ada usaha maksimal untuk memperbaiki maka dalam kurun waktu 20 tahun mendatang hutan di NTB akan habis, pada akhirnya ini akan menjadi pintu pembuka bagi terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir, longsor dan menyusutnya bahkan hilangnya sumber mata air yang ada di hutan.

Refleksi atas kondisi diatas hendaknya menyadarkan kita semua bahwa peran serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan sangat penting bukan hanya sebagai salah satu solusi dari persoalan ekonomi  tetapi juga menjadi satu cara efektif guna menjamin kelestarian hutan ( keterlibatan aktif masyarakat sekitar hususnya yang di sekitar hutan sebagai penjaga utama dari hutan yang ada ). Pemerintah kemudian mengeluarkan berbagai kebijakan terkait hal ini, beberapa yang terpenting diantaranya ; UU 41/99 tentang Kehutanan, SK Menhut 31/2001 tentang Hutan Kemasyarakatan, PP 34/2002 tentang Pemberdayaan Masyarakat Setempat di Dalam dan atau Sekitar Hutan, PP 44/2004 tentang Perencanaan Kehutanan dan yang terbaru PP 6/2007 (PP3/2008)  tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan.

PP 6/ 2007 merupakan salah satu bentuk kebijakan terbaru dalam pengelolaan hutan akan tetapi implementasi dari PP tersebut belum diwujudkan ditingkat daerah, dimana diantara isi PP tersebut adalah mendorong pengelolaan hutan oleh masyarakat  dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan (HKM) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Permasalahan Lingkungan di NTB

Permasalahan lingkungan hidup di NTB  saat ini seharusnya menjadi prioritas untuk diperhatikan oleh semua pihak bukan saja pemerintah tapi juga semua kalangan, dimana banyak sekali permasalahan lingkungan yang timbul akibat dari eksploitasi sumberdaya alam baik secara legal maupun illegal yang membuat kerusakan lingkungan itu sendiri. Salah satu contoh galian C seperti pengambilan batu apung, pengambilan pasir untuk bahan bangunan, belum lagi galian tambang emas oleh masyarakat di beberapa tempat (Lombok maupun Sumbawa) semuanya tidak ada yang memperhatikan konsep perlindungan dan pelestarian lingkungan, sehingga mau tidak mau ini menimbulkan kerusakan bagi lingkungan dan ini akan berdampak bagi masyarakat luas.

Demikian juga pada sector kehutanan, pemanfaatan hutan oleh masyarakat masih mengalami tarik ulur. Sebut saja kelola HKm, peraturannya lengkap hanya saja tidak diikuti oleh pendampingan dan tindakan yang lebih kongkrit oleh semua pihak.

Bila dalam setiap kebijakan dan aksi tanpa diikuti oleh peran masyarakat maka hal ini tidak akan menjamin keberlanjutan lingkungan dapat dilestarikan.

Banyaknya peraturan dan perundang-undangan tapi belum banyak kita lihat dan mendengar pelanggaran lingkungan hidup dapat menjerat pelakunya. Namun bila ada peran masyarakat yang aktif setidaknya dapat mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah.

Permasalahan lingkungan akan terus muncul bila tidak diikuti oleh tindakan penegakan hukum untuk memberikan efek jera bagi pelakunya. Dengan demikian maka dalam rangka mencegah dan melakukan tindakan bagi pelanggar dan atau perusak lingkungan, tidak ada pilihan lain selain melakukan tindakan tegas dan mengajak peran aktif masyarakat sekitar bahkan masyarakat luas untuk mencegah terjadinya perusakan.

Kondisi kerusakan lingkungan sudah sampai pada tarap yang memperihatinkan dengan dibukanya luas areal hutan sebagai ladang galian tambang emas, kebun-kebun sebagai tempat galian batu apung dan pasir, belum lagi pengambilan kayu hutan secara illegal membuat kondisi lingkungan kita semakin parah.

Dapat kita ambil sampel kondisi air sudah pada titik yang cukup memprihatinkan, dibawah tahun 90 an titik mata air di NTB 700 an tetapi sekarang tidak lebih dari 300 an titik mata air, ini artinya telah terjadi degradasi terhadap sumberdaya alam seperti hutan yang berfungsi menjaga kestabilan mata air yang ada.

Dampak kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan dimana mana tentu akan menimbulkan bencana. Rusaknya tatanan hutan akan menimbulkan banjir , erosi, tanah longsor maupun  kekeringan dimusim kemarau. Sebagaimana disinggung diatas bahwa kerusakan hutan juga akan berujung pada berkurangnya titik mata air, dimana air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup dimuka bumi ini.

 

Baca Juga :


Eksploitasi tambang pasir, galian batu apung, galian emas akan menimbulkan bahaya ekologis. Rusaknya tatanan sistem keseimbangan alam memiliki pengaruh yang besar bagi keberlangsungan hidup makhluk di atas bumi ini. Pembuangan limbah ke laut juga akan berpengaruh pada ekositem laut yang ada. Tidak hanya pembuangan limbah besar akan tetapi pembuangan limbah oleh perusahaan kecil dan menengah juga sedikit tidak akan berdampak pada ekosistem yang ada. Kalau kita melihat sungai-sungai yang ada di kota, dari segi warna sudah berubah, belum lagi ditambah pembuangan sampah sembarangan serta pembuangan bekas cucian kendaraan semakin membuat sungai semakin kotor.

Analisis Dampak Lingkungan

Sebagian besar dari sebuah perencanaan pembangunan sampai saat ini tidak melandaskan pada anlisis dampak lingkungan dimana eksploitasi galian tambang, juga pembangunan perumahan tidak mempertimbangkan dampak lingkungannya, sehingga hal ini akan sangat menetukan situasi dan kondisi dari lingkungan itu sendiri.

Berbicara soal analisis dampak lingkungan yang memiliki dokumen saja tidak menjadikan dokumen tersebut sebagai landasan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu aktifitas apakah kegiatan tersebut dapat dikatakan masih layak atau sudah menimbulkan risiko lingkungan dimasarakat. Karena itu bahwa dalam melakukan aktifitas pembangunan dalam skala besar juga dalam melakukan eksploitasi sumberdaya alam haruslah disertai dengan analisi dampak lingkungan yang jujur dan terbuka sehingga ini menjadi pertimbangan untuk dilakukannya pembangunan atau aktifitas lainnya apakah kegiatan tersebut layak atau tidak.

Peran Masyarakat

Dalam setiap kegiatan yang berdampak besar terhadap lingkungan hendaknya masyarakat diberikan peran yang besar sebab peran masyarakat sangat menentukan apakah perlindungan dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan dengan baik atau tidak.

Memberikan peran dan tanggung jawab berarti memberikan kepercayaan dan keyakinan bahwa keberlangsungan lingkungan hidup akan sangat bergantung pada masyarakat. Semakin besar tanggung jawab tersebut diberikan kepada masyarakat semakin maka semakin besar kontrol yang dilakukan. Salah satu contoh peran serta masyarakat dalam pelestarian hutan dengan model pengelolaan HKm telah membuktikan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga dan melestarikan hutan tersebut.

Dalam pasal (2) UU 32 2009 tentang asas, khususnya huruf (k dan i) disebutkan   salah satu asasnya Partisipatif dan kearifan Lokal. Maka dalam setiap kegiatan pemanfaatan lingkungan hal yang harus melekat didalamnya adalah partisipasi masyarakat serta kearifan lokal yang ada dimasyarakat sekitar.

Pasal 4 menyebutkan: Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meliputi :

  1. Perencanaan
  2. Pemanfaatan
  3. Pengendalian
  4. Pengawasan
  5. Penegakan Hukum

Peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam setiap tahapan mulai dari perncanaan, masyarakat harus disertakan dlam musyawarah perencanaan tersebut, karena perencanaan harus mencerminkan kepntingan masyarakat didalamnya. Pada saat pemanfaatan juga masyarakat harus dilibatkan, demikian juga pada saat pengendalian dan pengawasan. Pengawasan yang paling mudah yaitu dengan memberikan peran yang besar pada masyarakat.

Pada pasal 10 (2) disebutkan :

Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memperhatikan :

  1. Keragaman karakter dan fungsi ekologis
  2. Sebaran penduduk
  3. Sebaran Potensi Sumberdaya alam
  4. Kearifan Lokal
  5. Aspirasi masyarakat
  6. Perubahan iklim

Dalam sebuah penyususnan RPLH telah jelas menyebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti Kearifan Lokal dan aspirasi masyarakat. Dari dua pernyataan ini sudah pasti dibutuhkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kearifan lokal yang ada dimasyarakat merupakan bagian yang sangat penting untuk diberikan ruang dalam rangka menumbuhkan peran masyarakat tersebut selain secara tegas dikatakan bahwa masyarakat harus diberikan ruang untuk berpartisipasi.

Perwujudan peran masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dapat kita lihat melalui :

  1. Pengakuan kearifan lokal
  2. Bagi Komunitas masyarakat yang tidak memiliki kearifan lokal harus dilibatkan, sejak pra pemanfaatan, saat pemanfaatan, dan sesudah pemanfaatan.
  3. Dalam konteks pemanfaatan hutan dengan model HKm, masyarakat memilki peran yang sangat penting, karena masyarakat sebagai pelaku dan bertanggung jawab atas kelestarian hutan tersebut.
  4. Peran perencanaan, pengawasan dan pencegahan disertakan masyarakat.

Penutup

Persoalan lingkungan hidup akan terus muncul sampai kapanpun semasa masih ada kehidupan diatas dunia, akan tetapi kehidupan memerlukan keseimbangan agar dapat menguragi risiko bencana ekologis yang disebabkan oleh ulah mausia itu senidiri.

ilustrasi foto : NET

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan