logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hikmah Berdinya Pesantren Darul Hikmah di Jalur Rawan.

Hikmah Berdinya Pesantren Darul Hikmah di Jalur Rawan.

Sekitar satul kilo dari perumahan masyarakat Tanak Beak ke arah barat menuju Bengkel dan sekitar 500 meter dari perumahan masyarakat Tanak

Lingkungan

Jurnal Alfarizi
Oleh Jurnal Alfarizi
10 Oktober, 2014 19:15:15
Lingkungan
Komentar: 0
Dibaca: 10954 Kali

Sekitar satul kilo dari perumahan masyarakat Tanak Beak ke arah barat menuju Bengkel dan sekitar 500 meter dari perumahan masyarakat Tanak Beak Dasan ke arah timur menuju Kantor Desa Tanak Beak. di sinilah jalur yang semua masyarakat sekitar memanggilnya jalur Rawan, bagaimana tidak, sekitar 5 tahun silam, jalur inilah yang sering di gunakan oleh para pencuri maupun perampok untuk membawa hasil curian dan rampokan yang mereka dapatkan. dan di jalur ini pula masyarakat sering di cegat lalu barang-barangnya diambil.

Di jalur inilah bangunan Pesantren Darul Hikmah Didirikan, awalnya banyak masyarakat yang meragukan kelanjutan dari pembangunan pesantren ini, melihat kejadian-kejadian yang pernah di alami oleh sebagian masyarakat sekitar. Tapi karena keyakinan pimpinan pesantren, pembangunan terus dilanjutkan, dengan harapan, kedepannya justru jalur ini menjadi jalur yang aman oleh semua orang karena keberadaan pesantren ini.

Tiga tahun sudah kini jalur itu mulai ramai dan aman, banyak orang yang berlalu lalang hingga larut, sampai kadang jam tiga malam masih ada suara motor yang terdengar melewati jalur tersebut, berbeda dengan sebelum pesantren ini ada, jangankan jam tiga, jam delapan waktu isya’ pun sudah tidak ada satupun terdengar knalpot motor. Apalagi sampai harus jalan kaki.

Dari hari ke hari sudah banyak masyarakat yang datang langsung ke pesantren sekedar bercerita betapa senangnya pesantren ini ada, karena mereka sudah tidak lagi takut dan was was melewati jalur ini hingga jam berapapun.

 

Baca Juga :


Selain takut dengan itu, masyarakat yang memiliki sawah disekitar pesantren juga memiliki keuntungan dan kebahagiaan tersendiri, mereka tak perlu waswas lagi motornya dilarikan orang, kareana sejak pesantren ini berdiri mereka bisa menitipkan motornya dihalaman maupun dilapangan pesantren,

Mereka yang membutuhkan air minum, keran-keran air berjejer rapi di samping jalan utama.  gerbang masuk pesantren, tinggal putar dan air siap diminum. Tak sedikit pula para petani merebahkan kepala di sekepat yang ada, untuk menghilangkan capek karena kerja seharian dibawah triknya matahari siang, melihat di sekeliling pesantren pohon-pohon rimbun dan meneduhkan, sehingga asyik ditempati istirahat. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan